”Moncong Bedil” MPV China Tak Bikin Grup Astra Ciut - Kompas.com

”Moncong Bedil” MPV China Tak Bikin Grup Astra Ciut

Donny Apriliananda
Kompas.com - 20/04/2017, 17:22 WIB
KompasOtomotif-Donny Apriliananda Wuling Hongguang yang akan dijual di Indonesia tahun depan.

Jakarta, KompasOtomotif – Sebentar lagi, MPV China merek Wuling siap menyerbu pasar Indonesia. Ekspansi mereka sepertinya bukan untuk hit and run, dilihat dari investasi jutaan dollar AS untuk membangun pabrik dan jaringan. Bagaimana Astra International Tbk (AI) sebagai penguasa pasar otomotif roda 4 di Indonesia melihatnya?

Ditanya soal ”ancaman” ini, Presiden Direktur AI Prijono Sugiarto memberikan pernyataan yang bernada optimistis, bahwa merek-merek Jepang di bawah asuhan perusahaan bakal masih kuat dan tak mudah digoyahkan karena berbagai alasan.

Menurutnya, merek-merek di Indonesia, terutama Jepang, sudah beredar lebih dari 40 tahun, apalagi merek-merek yang berada di bawah bendera Grup Astra, yang dianggapnya sudah mengakar. Maksud Prijono, tak hanya outlet penjualan, tapi lebih penting soal aftersales.

”Saya ambil contoh, Toyota punya lebih dari 200 outlet, Daihatsu juga. Orang kan beli kendaraan tidak hanya lihat modelnya saja, tapi juga layanan purna jual. Kalau merek bisa mengatasi masalah layanan purnajual, harga jual akan lebih baik,” kata Prijono usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Grup Astra, Kamis (20/4/2017), di Jakarta.

”Leasing”
Satu hal lagi yang menjadi perhatian Prijono, bahwa sisi purnajual juga akan menjadi perhatian perusahaan pembiayaan untuk mengucurkan kredit. Leasing akan memikirkan kembali harga jual kembali sebuah mobil setelah 3-4 tahun ke depan.

”Atau kalau mereka mau narik  (karena kredit macet) berapa harganya? Kalau itu tidak terjamin, saya rasa nggak mudah untuk mereka (leasing) melakukan pembiayaan,” ucap Prijanto

Karena alasan purna jual itu jugalah, lanjut Prijono, yang membuat perusahaan pembiayaan mau ”megulurkan tangan” atau membiayai merek-merek di bawah naungan grup Astra, baik leasing dari grup atau non-Astra.

”Dengan pilihan dan pertimbangan itu, kan konsumen jadi ada choice, dan terus terang, pilihan itu akan jatuh ke merek-merek yang kami tangani,” kata Prijono yakin.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Close Ads X