Mengejar Keindahan Matahari Terbenam di Pantai Krakal - Kompas.com

Mengejar Keindahan Matahari Terbenam di Pantai Krakal

Kompas.com - 17/04/2017, 09:36 WIB
kompas.com - Aris Harvenda Performa dan stabilitas Honda BR-V bisa diandalkan, terlebih adanya kelengkapan kontrol stabilitas

Yogyakarta, KompasOtomotif - Perjalanan hari pertama gelaran "The Braver Journey, Jelajah Pesisir Selatan Yogyakarta" (11 - 13 April 2017), akan ditutup dengan menyaksikan matahari terbenam dari Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Setelah eksplorasi mercusuar Tanjung Baron, peserta berangkat menuju Pantai Krakal.

[Baca : Menyusuri Pesisir Pantai Selatan Yogyakarta]

Jaraknya tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, termasuk melintasi jalan rusak dan curam keluar area mercusuar Tanjung Baron. Begitu selesai melintasi jalan rusak, peserta disajikan jalan aspal yang cukup bagus dan lebar.

[Baca : Uji Ketangguhan BR-V Menapaki Jalur Terjal Mercusuar Baron]

Sayang rasanya jika tidak dimanfaatkan untuk menguji mesin i-VTEC, 1.5L dengan tenaga 120 tk. Akselerasinya cukup responsif. Karakternya mirip dengan Jazz, City dan Mobilio. Wajar saja karena keempat model tersebut menggunakan mesin serupa. Perpindahan gigi transmisi otomatis CVT juga berfungsi dengan baik terutama saat melakukan perpindahan gigi.

kompas.com - Aris Harvenda Pemandangan matahari terbenam dari atas bukit di Pantai Krakal

Krakal

Untuk sampai ke bibir pantai Krakal medan yang dilalui tidak terlalu sulit. Tujuan wisata yang satu ini memang terlihat seperti sudah diorganisir dengan baik. Tata letak warung, bangunan penunjang, dan saung sudah ditata rapi.

Bahkan pengunjung bisa naik bukit untuk menyaksikan keindahan alam saat matahari terbenam. Area sederhana sengaja dibuat untuk para pendatang. Sebagai ciri khas ada patung ikan dan susunan huruf yang besar bertuliskan Pantai Krakal.

Namun keindahan proses matahari terbenam kurang begitu sempurna karena terhalang mega. Kendati demikian keindahan pantai sekitar bisa menjadi penghiburan lain. Sebelum gelap peserta pun bergegas menuju penginapan.

honda Kabin Honda BR-V

Pencahayaan

Saat hendak bergegas ada hal yang sedikit mengganggu ketika hendak memulai perjalanan. Saat malam hari konsol indikator tanda posisi transmisi kurang dilengkapi pencahayaan yang baik. Efeknya tanda P, R, N dan D yang ada di konsol transmisi tidak terlihat dengan baik. Bagi yang sudah biasa menggunakan matik bisa jadi tidak bermasalah, namun bagi yang belum biasa jelas akan kagok.

Berbeda dengan pencahayaan luar. Lampu depan model projector bertugas dengan baik untuk menerangi jalan. Terlebih di daerah pesisir pantai selatan ini tergolong minim pencahayaan jalan. Bahkan jika berkabut pun sorot fog lamp bisa memandu Anda melihat jalan.

(Jangan lupa simak artikel perjalanan selanjutnya menuju Pantai Jungwok yang memiliki akses sangat buruk...)

Baca : Tapak Roda BR-V di Rabat Beton Pantai Jungwok

EditorAris F Harvenda
Komentar

Close Ads X