Kelak Orang Akan Lebih Memilih Kendaraan Swakemudi - Kompas.com

Kelak Orang Akan Lebih Memilih Kendaraan Swakemudi

Donny Apriliananda
Kompas.com - 11/04/2017, 14:02 WIB
Nissan IDS Concept, visi Nissan untuk mobil listrik dan swakemudi di masa depan.

Tokyo, KompasOtomotif – Mobil berteknologi swakemudi, atau terkenal dengan istilah otonomos mau tak mau akan datang di depan mata kepala kita. Di masa depan, hubungan manusia dengan teknologi akan semakin dekat, dan salah satu di antaranya kebutuhan akan mobil yang bisa ”nyetir” sendiri.

Inilah intisari yang didapat dari diskusi yang diselenggarakan Nissan di Jepang, mengundang Profesor Hiroshi Ishiguro dari Osaka University, (10/4/2017). Dia adalah seorang ahli robotika yang dikenal dalam mengembangkan robot humanoid replika dirinya sendiri.

Nissan mendiskusikan hal ini terkait dengan teknologi Intelligent Mobility yang diusung dalam berbagai produk baru di masa depan.

Ishiguro, dalam agenda itu, mengatakan bahwa swakemudi dan robot humanoid sama-sama merupakan teknologi baru. Dan manusia lama-lama akan enerima teknologi baru tanpa penolakan.

”Saya percaya bahwa tujuan swakemudi adalah bagaimana membuat pengalaman berkendara menjadi lebih menyenangkan. Mobil akan menjadi lebih dari sekedar alat transportasi, melainkan menjadi mitra manusia,” kata Ishiguro San.

Mobil di masa depan akan dioperasikan secara individual, dan nantinya tidak ada yang akan membeli mobil, jika yang dapat dilakukan olehnya hanyalah sebagai alat transportasi. Orang menginginkan sesuatu yang lebih, mobil yang memiliki kepribadian.

Ishiguro juga yakin, selain di perkotaan, teknologi swakemudi akan sangat berguna di kota kecil dan daerah yang infrastrukturnya belum baik. Misalnya, teknologi swakemudi membantu pengemudi bus lanjut usia untuk lebih santai melalui jalur yang dilewati.

”Saat ini, saya sedang meneliti swateknologi melalui robot berbentuk manusia (robot humanoid), yang nantinya bisa menjadi mitra bagi manusia. Jika nanti swakemudi mulai mengambil peran sebagai mitra, layanan interaktif akan dapat diciptakan,” ucap Ishiguro.

Dia pun memberi contoh, robot humanoid dapat membantu seorang dokter dalam membuat diagnosa, membantu interaksi anak-anak autis atau warga lanjut usia, di mana robot dapat menjadi mitra melalui layanan interaktif yang diintegrasikan ke dalam mobil dan membantu mereka dalam segala kondisi, seperti ketika mereka ingin belajar sesuatu, atau membutuhkan sesuatu.

Reaksi Orang
Masalahnya, dalam masa transisi seperti sekarang, akan ada banyak orang yang belum bisa sepenuhnya menerima dengan sejuta alasan, salah satunya masih belum percaya selain manusia.

Tapi Ishiguro yakin, meski awalnya enggan karena harus belajar bagaimana menggunakan alat atau mesin baru, pada akhirnya manusia akan dapat menerima teknologi baru. Hal ini telah terbukti berulang-ulang sepanjang sejarah.

Manusia akan mengurangi resistensi terhadap teknologi baru, karena akan semakin mirip dengan manusia. Dia juga membandingkan pengalaman ketika dahulu baru belajar menggunakan komputer, dengan belajar menggunakan telepon pintar. Interaksi antarmuka pada telepon pintar lebih kreatif dan memudahkan ketimbang komputer.

Dengan kendaraan swakemudi, dibutuhkan keberanian untuk menyerahkan proses mengemudi pada teknologi. Akankah orang akan selamanya ragu?

”Saya rasa tidak. Coba pikirkan kembali, popularitas transmisi manual dan otomatis. Saat ini, banyak orang suka mengemudi mobil dengan transmisi otomatis. Padahal, beberapa waktu yang lalu, transmisi manual lebih populer. Nantinya pun demikian, jika Anda meminta orang untuk memilih antara mobil swakemudi atau tidak, kemungkinan besar, pilihannya akan jatuh di mobil dengan teknologi swakemudi,” ucap Ishiguro yakin.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM