Cara Daihatsu "Siksa" Calon Model Baru - Kompas.com

Cara Daihatsu "Siksa" Calon Model Baru

Donny Apriliananda
Kompas.com - 10/04/2017, 18:07 WIB
KompasOtomotif-Donny Apriliananda Salah satu aktivitas di R&D Daihatsu, Karawang. Mobil harus melewati tanjakan dan jalan bergelombang.

Karawang, KompasOtomotif – Salah satu yang patut dibanggakan pada fasilitas di Research and Development (R&D) Center milik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) adalah area test course. Inilah fase penting untuk sebuah mobil melewati berbagai simulasi kondisi jalan di Indonesia yang sangat beragam.

Menurut Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra, fasilitas ini bahkan lebih lengkap ketimbang fasilitas yang sama milik Daihatsu di Jepang dan Malaysia. ”Ada 24 jenis jalan di Indonesia dalam satu area. Karena kami memang menyiapkan produk khusus untuk Indonesia. Kalau pun bisa diekspor, itu bonus,” kata Amelia, (10/4/2017), di Karawang.

Dalam persemian R&D Center dan perayaan produksi 5 juta unit Daihatsu, KompasOtomotif berkesempatan mengelilingi fasilitas tes ini bersama media lainnya. Area trek pengujian terhampar di atas lahan 24 hektar, dan memang didesain modern.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Tes banjir dua arah, antisipasi gelombang datang dari arah berlawanan.
Berdasarkan pantauan mata, ada banyak tipe jalan yang harus dilewati kendaraan untuk diuji, seperti jalan berkerikil, bergelombang, licin, bebatuan, sampai tanjakan. Menariknya, tanjakan buatan dibuat beberapa jenis, bergantung dari tingkat kemiringannya.

”Ada beberapa tingkat kemiringan, sampai yang paling miring adalah 22 derajat. Tanjakan Nagreg saja kalah miring, karena di sana sekitar 18 derajat,” ujar pemandu dari tim R&D yang mendampingi para jurnalis berkeliling.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Tes kestabilan dan kenyamanan di berbagai permukaan jalan.
Pradipto Sugondo, Executive Officer Research and Development ADM, mengatakan bahwa pengujian banjir di fasilitas test course pun berbeda dengan kebanyakan fasilitas di tempat lain. Pengujian didesain untuk dua arah untuk mengetahui smapai mana mobil bisa bertahan.

”Kebanyakan yang tak terduga di Indonesia, gelombang yang disebabkan laju mobil adri arah berlawanan yang bikin mobil tenggelam. Kami punya fasilitas pengujian itu,” kata Pradipto.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Pengujian di jalanan licin.
Itu pun masih ditambah dengan fasilitas trek lurus sepanjang 2,7 km yang sanggup melajukan mobil sampai 120 kpj. Buat uji kesenyapan kabin, ada jalan khusus dengan permukaan kasar sepanjang 2,4 km berangkat-balik.

Amelia menambahkan, bahwa komitmen Daihatsu Jepang untuk membangun R&D Center di Indonesia patut diberi penghargaan. Investasi lebih dari Rp 1 triliun tak hanya berupa fasilitas, tapi juga alih teknologi demi kemajuan industri otomotif Tanah Air.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X