Tantangan Ketua AISI yang Baru - Kompas.com

Tantangan Ketua AISI yang Baru

Donny Apriliananda
Kompas.com - 20/03/2017, 11:01 WIB
Ghulam/KompasOtomotif Booth Honda di IMOS 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Johannes Loman resmi didapuk sebagai ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI), menggantikan Gunadi Sindhuwinata mulai 2017. Tantangan ke depan cukup terjal buat ketua baru, terutama dilihat kapasitasnya untuk menjaga pertumbuhan pasar sepeda motor Nasional.

Ditemui dalam peluncuran moge baru Honda, (17/3/2017), Loman yang juga masih menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Eksekutif PT Astra Honda Motor (AHM) itu melihat bahwa industri sepeda motor sangat penting untuk perekonomian.

Hal tersebut dikatikan dengan rantai bisnis mulai dari pemasok komponen atau vendor, perusahaan pembiayaan, termasuk truk ekspedisi dan bengkel-bengkel di jalan. Pengaruh industri sepeda motor buat mereka-mereka ini sangat besar.

”Jadi, sebagai (Ketua) AISI, saya berusaha untuk selalu membuat bagaimana anggota tumbuh secara sustainable. Penting untuk member selalu kreatif (soal produk), memberikan pelayanan, menjaga pertumbuhan, dan tetap menyediakan lapangan pekerjaan,” ucap Loman.

Agung Kurniawan/KompasOtomotif (Kiri) Johannes Loman, ketua AISI baru bersama para Direksi Astra Honda Motor berpose dengan Honda CB500X

Tantangan
Loman melihat bahwa tantangan saat ini dengan total pasar sepeda motor beberapa tahun yang terus merosot, bahwa industri harus makin kreatif demi menjaga pasar. Sementara, harapan lainnya, pertumbuhan ekonomi lebih baik dan akan meningkatkan penjualan.

”Saya kira secara khusus tidak ada strategi dan para anggota berbeda-beda (strateginya). Jadi kita tak bisa menyamakan. Kami berkompetisi juga di segmen yang berbeda-beda, jadi yang pasti kita harus menciptakan suatu industri yang sehat,” ujar Loman.

Target
Bagaimana dengan target? Soal ini, Loman menyatakan bahwa harus dilihat kondisi ekonomi yang ada. Saat ini dikatakannya kelihatan belum banyak mengalami perubahan, kendari harga komoditi sudah bergerak naik.

”Harapannya sih (pasar) minimal sama dengan tahun lalu, yaitu 5,9 sampai 6 juta unit. Tahun lalu 5,0 juta unit, jadi tahun ini flat,” kata Loman.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Terkini Lainnya
Bus Tingkat Jurusan Baru, Bogor-Wonogiri
Bus Tingkat Jurusan Baru, Bogor-Wonogiri
Niaga
Takata Akhirnya Bangkrut
Takata Akhirnya Bangkrut
News
Mengenal Toyota Aygo Edisi Khusus
Mengenal Toyota Aygo Edisi Khusus
Produk
Ingat, Arus Balik Lebih Rawan Kecelakaan
Ingat, Arus Balik Lebih Rawan Kecelakaan
Feature
Kerasnya Perjuangan Arus Balik, Ini Antisipasinya
Kerasnya Perjuangan Arus Balik, Ini Antisipasinya
Feature
Prediksi Arus Balik Aman dari Menhub
Prediksi Arus Balik Aman dari Menhub
News
BMW X3 Meluncur dengan Paket Paling Bertenaga
BMW X3 Meluncur dengan Paket Paling Bertenaga
Produk
3 Hal yang Menurunkan Harga Jual Mobil Bekas
3 Hal yang Menurunkan Harga Jual Mobil Bekas
Feature
GPS Mobil Bikin Frustrasi?
GPS Mobil Bikin Frustrasi?
Feature
Auto2000 Selektif Pilih Konsumen
Auto2000 Selektif Pilih Konsumen
News
Konsumen Kia Paling Santai, Mitsubishi Paling 'Bawel'
Konsumen Kia Paling Santai, Mitsubishi Paling "Bawel"
News
BBM Kemasan Pertamina Laris Diserbu Pemudik
BBM Kemasan Pertamina Laris Diserbu Pemudik
News
Antara Konflik dan Keberuntungan Ricciardo di F1 Baku
Antara Konflik dan Keberuntungan Ricciardo di F1 Baku
Sport
Tabrak Hamilton, Vettel Terancam Dilarang Balap
Tabrak Hamilton, Vettel Terancam Dilarang Balap
Sport
Ini Detail Kerjasama Proton dan Geely
Ini Detail Kerjasama Proton dan Geely
News
Close Ads X