Kamis, 23 Maret 2017

Otomotif

Volkswagen Membuka Diri untuk “Merger” dengan FCA?

Caranddriver. Volkswagen membuka diri untuk FCA.

Wolfburg, KompasOtomotif – Kabar terkait merger antara raksasa mobil berdarah Jerman, Volkswagen dengan Fiat Chrysler Automobiles (FCA) mulai direspon oleh masing-masing pimpinan perusahaan. Matthias Mueller, Chief Executive Volkswagen, tak menampik kalau bakal ada celah ke arah itu.

Mengtuip Reuters,  Selasa (14/3/2017) Mueller tidak menutup adanya kemungkinan, dirinya bakal melanjutkan pembicaraan dengan bos FCA Sergio Marchionne. Namun sampai saat ini, sinyal yang mengarah pada penggabungan tersebut masih remang-remang.

“Saya tidak mengesampingkan percakapan dengan FCA," ujar Mueller.

Pernyataan ini berubah, dibanding dengan yang pernah Mueller sampaikan pekan lalu, kalau dirinya nampak memberhentikan pembicaraan dengan perusahaan Italia-Amerika tesebut. Volkswagen, kata Mueller, memiliki cukup kemampuan untuk mengatasi problem skandal emisi dan mendorong transformasi bisnis yang beragam.

"Kami tidak siap untuk berbicara tentang apa pun. Saya belum melihat Marchionne selama berbulan-bulan," ujar Mueller.

Marchionne telah lama mencoba untuk bisa melakukan merger, untuk berbagi biaya pembuatan kendaraan dan teknologi yang lebih maju. Di mana keinginannya ini, telah berulang kali disampaikan melalui media.

Baca juga : Makin Banyak Merek Jepang Merger dalam Tiga Tahun

"Akan sangat membantu jika Marchionne mencoba untuk mengomunikasikan pertimbangan itu kepada saya juga, bukan hanya kepada Anda (media)," kata Mueller.

Pembelian divisi General Motors, Opel dan Vauxhall oleh perusahaan asal Perancis, PSA Group, menggiring FCA berada posisi yang semakin sulit di Eropa. Saat ini mereka hanya kebagian market share sekitar 7 persen, dan marjin usaha yang 2,5 persen lebih sedikit dibanding dengan kompetitor, karena pengeluaran untuk mengembangkan mobil ramah lingkungan dan otonomos.

Namun, Mueller menolak untuk membahas apakah kesepakatan PSA-Opel bisa memperkuat konsolidasi di antara pembuat mobil di Eropa, dan membuat VW menggeser strategi bisnisnnya. "Saya cukup yakin tentang masa depan Volkswagen, dengan atau tanpa Marchionne (FCA)," ujar Mueller.

Di lokasi lain, Marchionne mengatakan pada hari Rabu (15.3.2017) bahwa dirinya tidak berminat untuk mengejar-ngejar Volkswagen, terkait dengan merger.

"Jika dia ingin datang, dia tahu di mana saya tinggal," kata Sergio Marchionne. Marchionne berbicara sehari setelah CEO VW Matthias Mueller mengisyaratkan,  dirinya mungkin akan tertarik merger dengan FCA atau saingan lainnya.

Ternyata, ramalan yang pernah dilontarkan Karl Brauer, Senior Director of Automotive Industry Insights di Kelley Blue Book ketika diwawancara CNBC, melebar. Bukan hanya berlaku untuk  merek Jepang, tetapi juga Eropa dan Amerika. 

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Agung Kurniawan
TAG: