Tata Xenon XT untuk Indonesia Tanpa "Spec Down" - Kompas.com

Tata Xenon XT untuk Indonesia Tanpa "Spec Down"

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 16/03/2017, 09:02 WIB
Ghulam/KompasOtomotif Tata Xenon XT D-Cab 4x4.

Bogor, KompasOtomotif – Sebagai produk global, pikap kabin ganda Xenon XT D-Cab 4x4 bukan hanya dipasarkan di Indonesia, tapi juga diseluruh dunia. Namun, pihak Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) meyakinkan, kalau spesifikasi Xenon yang dijual di Indonesia tidak berkurang.

“Tidak ada pengurangan spesifikasi untuk produk global dengan yang di sini, hanya setir kiri dan kanan, serta terkait emisi. Kami menyesuaikan kondisi bahan bakarnya, di mana Indonesia masih Euro 2, dan itu penyesuaian di ECU saja,” ujar Mohamad Arief Budiman, Technical Trainer (TMDI), Selasa (14/3/2017).

Arief melanjutkan, selain pada remapping ECU, ada perubahan juga pada catalytic converter-nya. Di mana saringan yang berbentuk sarang lebah, dibuat lebih renggang, dibanding untuk bahan bakar yang sudah berstatus Euro 4.

“Kalau di negara yang sudah Euro 4-5, catalytic converter sudah rapat banget. Kalau di negara yang masih Euro 2 dan kualias bahan bakarnya masih tidak begitu baik, maka desain penyaring (sarang lebah) lebih renggang, untuk mencegah penyumbatan,” ujar Arief.

“Karena ketika bahan bakarnya tidak bagus, akan menimbulkan kerak yang banyak, nanti akan tersumbat kalau terlalu rapat, bisa blebek. Bahkan jika tersumbatnya semakin parah, mobil bisa mogok. Jadi hanya itu saja perubahannya, selebihnya sama,” ujar Arief.

Khusus untuk Xenon XT, vendor untuk mesin dieselnya dikembangkan oleh Delphi Automotive, yang merupakan pemasok komponen kelas global, berjajar dengan Denso dan Bosch. Meski banyak teknologi yang disematkan demi mengejar performa, keamanan dan kenyamanan, Xenon punya banderol harga cukup kompetitif, Rp 320 juta OTR Jakarta.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Target Penjualan Mobil 2018 Tidak Berkembang

Target Penjualan Mobil 2018 Tidak Berkembang

News
Penjualan Mobil Indonesia 2017 Jalan di Tempat

Penjualan Mobil Indonesia 2017 Jalan di Tempat

News
Pemodifikasi “Mobil Muka Dua” yang Viral Disebut Belum Terarah

Pemodifikasi “Mobil Muka Dua” yang Viral Disebut Belum Terarah

Modifikasi
Bekal AHM, Buat yang Mau “Trabas” Pakai Trail Honda

Bekal AHM, Buat yang Mau “Trabas” Pakai Trail Honda

Tips N Trik
Ragam dan Harga Side Box NMAX

Ragam dan Harga Side Box NMAX

Aksesoris
Aksesori Honda CRF150L Masih Sulit Dicari

Aksesori Honda CRF150L Masih Sulit Dicari

Modifikasi
Modifikator “Vios Muka Dua” di Bandung Masih Misteri

Modifikator “Vios Muka Dua” di Bandung Masih Misteri

Modifikasi
Pilihan Ban Mobil buat MPV Premium

Pilihan Ban Mobil buat MPV Premium

Aksesoris
All New Rush Tak Limbung Lagi, tapi...

All New Rush Tak Limbung Lagi, tapi...

Tes
Rawat Busi Motor, Jangan Pakai Amplas dan Sikat Kawat

Rawat Busi Motor, Jangan Pakai Amplas dan Sikat Kawat

Tips N Trik
PCX Baru Tidak Bisa Langsung Pakai Aksesoris

PCX Baru Tidak Bisa Langsung Pakai Aksesoris

Tips N Trik
Pakai Busi Racing di Mesin Standar, Mubazir

Pakai Busi Racing di Mesin Standar, Mubazir

Tips N Trik
Xpander Bisa Kuasai Magelang

Xpander Bisa Kuasai Magelang

News
Konsekuensi dan Solusi Ketika Motor Salah Isi Bensin Pakai Solar

Konsekuensi dan Solusi Ketika Motor Salah Isi Bensin Pakai Solar

Tips N Trik
Usulan dari Polisi buat Cegah Kemacetan di Jalan MH Thamrin

Usulan dari Polisi buat Cegah Kemacetan di Jalan MH Thamrin

News
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM