Sabtu, 25 Maret 2017

Otomotif

“Airbag” Tata Xenon XT Bisa Dionaktifkan

Ghulam/KompasOtomotif Posisi saklar airbag.

Jakarta, KompasOtomotif – Meski diakui lebih menyasar segmen komersial, mulai dari pertambangan, perkebunan dan operasional institusi pemerintah, pikap kabin ganda Tata Xenon XT D-Cab 4x4 tetap tak ketinggalan fitur keamanan.  

Mulai dari sabuk pengaman dengan teknologi pretensioner, dual airbag, dan sistem pengereman yang dilengkapi perangkat anti-lock braking system (ABS). Namun, dari beberapa komponen penunjang keselamatan tersebut, ada yang cukup unik pada sistem airbag.

Fungsi airbag untuk kursi penumpang depan, ternyata bisa dimatikan dan diaktifkan kembali, sesuai dengan keinginan. Memang tampak beresiko, tapi ini dianggap bisa mengefisiensi biaya perbaikan, ketika airbag mengembang saat terjadi tabrakan.

“Sedangkan airbag untuk pengemudi selalu aktif dan tidak bisa di on-off kan, jadi hanya untuk bangku penumpang saja. Tujuannya untuk mengurangi beban pemeliharaan. Karena akan sayang kalau kedua airbag meletus, padahal hanya berkendara sendiri (pengemudi),” ujar Mohamad Arief Budiman, Technical Trainer Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Selasa (14/3/2017).

Arief mengatakan, tidak perlu khawatir lupa, karena sudah ada juga indikator peringatan, ketika airbag penumpang dalam kondisi tidak aktif. Posisi indikatornya ada di bagian tengah, tepat di atas headunit dan tepat di sebelah jam digital.

“Ada indikatornya, demi menghindari kelupaan, pemosisiannya di dasbor bagian tengah, jadi baik pengemudi maupun penumpang bisa melihat. Karena kalau hanya ditempatkan pada instrumen cluster, hanya bisa dilihat pengemudi, tapi kalau ditegah keduanya bisa melihat (penumpang dan pengemudi),” tutur Arief.

Posisi saklar untuk menghidupkan dan mematikan fungsi airbag penumpang ini, ada di bagian samping dasbor di depan bangku penumpang, dan tertutup pintu kiri depan. Pengoperasiannya hanya menggunakan kunci kontak biasa yang tinggal diputar, sesuai dengan arah yang ditentukan.

“Kalau mengganti airbag yang rusak, biayanya berkisar antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta,” ujar Arief.

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri
Editor : Agung Kurniawan
TAG: