Mazda dan Nissan, Perkaya Teknologi Mesin Bensin - Kompas.com

Mazda dan Nissan, Perkaya Teknologi Mesin Bensin

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 11/03/2017, 07:22 WIB
carscoops.com All New Mazda CX-5

Tokyo, KompasOtomotif - Produsen mobil Jepang berlomba untuk meningkatkan efisiensi dan gas buang dari mesin bensin, demi status ramah lingkungan. Cita rasa "hijau" membantu mobil konvensional mereka bersaing dengan kendaraan listrik atau hibrida lebih menarik di mata konsumen.

Mazda Motor akan menambah teknologi variable displacement dan sistem mild hybrid, yang bakal disematkan di mesinnya saat ini akhir fiskal 2017. Dua teknologi tersebut dipandang akan meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 10 persen, mengutip Nikkei, Jumat (10/3/2017).

Kerja teknologi variable displacement, jika kendaraan melebihi kecepatan tertentu dan beban mesin berkurang, seperti saat di jalan raya, dua dari empat silinder berhenti beroperasi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Silinder ini akan beroperasi lagi saat beban mesin kembali naik. Rencananya teknologi ini bakal diaplikasikan pertama kali pada SUV andalan, CX-5.

Lalu untuk sistem hibrida ringan, menggunakan motor listrik kecil, untuk mendukung mesin bensin mendorong ketika kendaraan bergerak. Teknologi ini akan diaplikasikan pada berbagai model mobilnya.

Baca juga : Toyota Bakal Punya Mesin dan Transmisi Baru 10-Percepatan

Nissan

Kemudian Nissan Motor yang tampaknya bakal memasang mesin turbo dengan variabel-kompresi baru, untuk model high-end, Infiniti, pada 2018. Efisiensi bahan bakar akan naik hingga 27 persen, bahkan memiliki perfoma baik pada putaran atas dan torsi untuk mesin empat silinder.

Suatu mesin biasanya memiliki rasio kompresi tetap sekitar 1:10 untuk memampatkan campuran bensin-udara di silinder. Sementara mesin variabel-kompresi Nissan, dapat mengubah gerakan piston di pusat mati atas, dan bisa menghasilkan rasio yang berkisar antara 1:8 dan 1:14.

Rasio kompresi yang lebih tinggi, tentunya akan meningkatkan efisiensi pembakaran, tetapi juga dapat memungkinkan munculnya knocking atau ngelitik, di mana pembakaran yang terjadi abnormal, sehingga menyebabkan body vibrations (biasanya karena RON bahan bakar tidak sesuai, pembakaran tidak sempurna). Canggihnya, mesin variabel-kompresi baru ini akan memilih rasio kompresi optimal, sambil menyeimbangkan konsumsi bahan bakar dan output.

Sebelumnnya ada Toyota, yang berencana untuk menghadirkan mesin yang bisa meningkatkan ekonomi bahan bakar sekitar 20 persen, untuk model-model bermesin 2.5L. 

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Terkini Lainnya
Berkenalan dengan Mini Crossover ala Jepang
Berkenalan dengan Mini Crossover ala Jepang
Produk
Volvo Siap Ramaikan Transportasi Bus di Indonesia
Volvo Siap Ramaikan Transportasi Bus di Indonesia
Niaga
Rossi Kecelakaan Saat Latihan “Motocross”
Rossi Kecelakaan Saat Latihan “Motocross”
Sport
Scrambler Ducati 'Jadi-jadian' dari China
Scrambler Ducati "Jadi-jadian" dari China
Produk
Nissan Mau Stop Juke?
Nissan Mau Stop Juke?
News
Mengintip 'Sarang' Distribusi BMW di Jepang
Mengintip "Sarang" Distribusi BMW di Jepang
News
Importir 'Teriak' Ban Impor Dibatasi
Importir "Teriak" Ban Impor Dibatasi
News
Menakar Harga Seri 5 Terbaru di Indonesia
Menakar Harga Seri 5 Terbaru di Indonesia
News
Berapa Sih, Gaji Bos Ford yang Baru?
Berapa Sih, Gaji Bos Ford yang Baru?
News
Godaan Baru dari Triumph Model Klasik Modern
Godaan Baru dari Triumph Model Klasik Modern
Produk
Suzuki Ertiga Geser Daihatsu Xenia pada April 2017
Suzuki Ertiga Geser Daihatsu Xenia pada April 2017
News
'Resign', Mantan Bos Ford Terima Kompensasi Rp 700 M
"Resign", Mantan Bos Ford Terima Kompensasi Rp 700 M
News
Harley-Davidson Siap Bikin Pabrik di Thailand
Harley-Davidson Siap Bikin Pabrik di Thailand
News
Bos Ford Mark Fields Dipecat
Bos Ford Mark Fields Dipecat
News
Pesanan “Online” XMAX Tembus 1.000 Unit
Pesanan “Online” XMAX Tembus 1.000 Unit
News
Close Ads X