Separuh Nyawa Yamaha Bergantung Orang yang Sensitif Harga - Kompas.com

Separuh Nyawa Yamaha Bergantung Orang yang Sensitif Harga

Donny Apriliananda
Kompas.com - 02/03/2017, 14:59 WIB
KompasOtomotif-Donny Apriliananda Yamaha bergantung dengan skutik ber-cc kecil.

Jakarta, KompasOtomotif – Di tengah kondisi pasar sepeda motor yang tengah lesu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berusaha menggenjot penjualan lewat produk skutik, terutama berkapasitas mesin kecil.

Pada masa-masa seperti ini, semakin banyak konsumen yang sensitif harga, memilih banderol paling murah, dan itulah pasar terbesar, karena benar-benar mudah dijangkau.

”Motor low price masih menjadi massive model. Secara prosentase, mereka paling terjangkau, dan buat kami, itu yang paling gampang dijual,” kata M Abidin, GM Aftersales and Public Relations YIMM, (1/3/2017), di Jakarta.

Abidin lantas membandingkannya dengan NMAX. Meski model ini tergolong laris, namun statusnya masih sendirian karena belum tersentuh kompetitor. Lagipula, segmen ini masih bisa dibilang niche untuk saat ini.

”Kalau sudah ada kompetitor yang sepadan, demand tercapai, nanti bakal jenuh. Seperti ’kasusnya’ Yamaha R15 ketika masuk model-model pesaing lain,” kata Abidin.

Dalam kondisi seperti ini, sasaran Yamaha adalah justru orang-orang yang sensitif harga. Ketika mereka ditanya, model apa yang akan dibeli, kebanyakan ada dua pertimbangan model. Saat ditanya dengan pertanyaan kedua, Abidin memperkirakan mereka bakal memilih salah satu yang paling murah.

Cerminan itu ada pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Januari 2017 lalu. Model-model skutik entry level macam Mio M3 dan Mio Z masih mendominasi. Sementara Fino dan X-Ride menjadi penyokongnya.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X