Mobil Bos yang Bisa ”Nyolot dan Galak” - Kompas.com

Mobil Bos yang Bisa ”Nyolot dan Galak”

Donny Apriliananda
Kompas.com - 06/02/2017, 19:19 WIB
BMW Indonesia Test Drive BMW Seri 7, tenaganya mengesankan.

Jakarta, KompasOtomotif – Meski sebagian besar pengguna BMW Seri-7 adalah orang penting, bos, pengusaha sukses, dan sebagainya, yang lebih suka disopiri dan duduk manis di belakang, tapi jika bosan dan ingin pengalaman lebih, duduk di belakang kemudi bukan hal yang salah.

Puas menjadi bos duduk di belakang BMW Seri-7, KompasOtomotif penasaran dengan rasanya duduk di belakang lingkar kemudi. Ya, jadi sopir, gantian melayani para bos dan menikmati teknologi masa kini hasil olah otak para insinyur BMW di Jerman.

Khas mobil premium, suasana kabin bagian depan sudah mencerminkan kenyamanan, dimulai dari kualitas material yang tampak mahal. Kesan cukup lapang, dengan desain kokpit yang fokus pada pengemudi. Banyak tombol, yang dipalajari singkat bakal mudah dimengerti.

Tak perlu berlama-lama, KompasOtomotif menginjak pedal gas cukup dalam. Mesin bensin BMW TwinPower Turbo empat-silinder dengan double-VANOS 3.000 cc (740Li) sungguh bertenaga. Sesekali injak pedal gas, mobil ”nyolot” makin galak.

Baca: Rasanya Jadi Orang Kaya Naik BMW Seri-7

BMW Indonesia Ada perbedaan mesin antara tipe 740Li dan 730Li.
Bertenaga
Tenaga maksimal yang dihasilkan sangat melimpah, mencapai 326 tk dengan klaim konsumsi bahan bakar 15,2 kpl. Torsi puncak 450 Nm dapat dicapai dari 1.380 rpm, yang artinya tarikan mesin lebih mengesankan.

Coba tipe satunya lagi, 730Li, berkapasitas 1.998 cc. Output tenaga lebih kecil, tercatat 258 tk. Memang beda jauh dengan tipe sebelumnya, tapi ini pun buat KompasOtomotif sudah cukup galak.

Sesekali coba mode-mode berkendara yang tersedia dan bisa dipindah melalui tombol pada konsol. Ada mode Eco Pro, membuat pengaturan mesin, respon akselerator, dan karakteristik transmisi disesuaikan secara sistematis untuk mendukung gaya berkendara yang efisien dengan rpm rendah.

Buat pengendaraan standar dan nyaman, pencet tombol ”Comfort”. Mobil seketika berubah lebih bertenaga, namun dengan suspensi yang sangat nyaman. Hal ini bisa dirasakan saat melewati Tol Cipali yang pada beberapa ruas berkontur tidak rata.

Pindah lagi ke mode ”Sport”. Ini dia mode yang paling ganas. Respons mobil makin liar. Pedal gas diinjak sedikti saja, torsi puncak makin cepat didapat. Pengendalian juga makin rigid dan lincah, tapi dengan konsekuensi, suspensi sedikit lebih keras dan mengurangi kenyamanan.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Mode-mode berkendara yang bisa dipilih.
Kalau mau tak repot, pencet tombol ”Adaptive”. Mode ini akan secara pintar mengatur kapan mobil bisa galak tanpa mengurangi kenyamanan. Pada jalan lurus, manfaatkan juga speed limiter dan pengatur kecepatan otomatis. Kenyamanan all-new BMW Seri 7 ternyata didukung Air Suspension.

Touch Display
Pada all-new BMW 730Li, monitor dari sistem operasi iDrive hadir dengan Touch Display. Ini berarti pengguna dapat mengoperasikan sistem ini dengan cara yang sama seperti perangkat elektronik modern lainnya. Selain menggunakan iDrive Controller untuk mengontrol sistem tersebut dengan cara yang familar, seluruh fungsinya juga dapat dipilih dan diaktifkan dengan menyentuh permukaan layar.

Fitur baru lainnya untuk fungsionalitas sistem iDrive adalah BMW Gesture Control. Gerakan tangan, yang terdeteksi oleh sensor 3D, mengontrol fungsi-fungsi infotainment secara sangat intuitif dan mudah digunakan.

Fitur ini dapat digunakan untuk sejumlah fungsi, termasuk mengendalikan volume dalam aplikasi audio dan menerima atau menolak panggilan telepon masuk. Konsentrasi mengemudi pun makin fokus dengan adanya banyak fasilitas ini.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar