Selasa, 28 Maret 2017

Otomotif

Honda Tiger Sintal Bergaya "Cafe Racer"

Istimewa Honda Tiger dua silinder

Jakarta, KompasOtomotif - Modifikasi Honda Tiger tak melulu harus bertemakan old school. Melalui tangan M Yusuf Adib Mustofa dari Psyco Engine, sepeda motor jenis sport dari Honda milik Deddy Sulistiyono ini bisa tampil sintal dengan ubahan ekstrem, terutama pada bagian mesin.

Bayangkan saja, mesin SOHC silinder tunggal bawaan pabrik diubah 180 derajat menjadi dua silinder ala-ala boxer engine. Pemodifikasi Adib memang mulai terkenal namanya di industri modifikasi, apalagi setelah karya lainnya, Tiger dengan mesin lima silinder menjawarai ajang Kustomfest 2016. Jadi, urusan ubahan mesin, sudah lumayan teruji karya pria asal Jawa Tengah ini.

Kembali ke mesin boxer buatan ini, semua komponen bawaan pabrik ditanggalkan dan disusun ulang dengan racikan baru. Data menunjukkan kalaucrankcase dibuat baru ditindih dari aslinya untuk menjadi rumah silinder baru di sisi kanan dan kirinya. Otomatis hal ini pun membuat kruk as menjadi double sebagai penyangga kedua piston tersebut.

Istimewa Honda Tiger dua silinder dengan mesin boxer

Dengan pengaplikasian double piston tenaga standar otomatis naik menjadi 393,8 cc. Uniknya, tingkat stroke dan bore-nya tetap standar dan masih menggunakan satu karburator untuk melayani asupan bahan bakar.

Cara kerja kruk as dibuat berkesinambungan yang memiliki sistem dorong bergantian antara kiri dan kanan. Sedangkan untuk gearbox juga tetap dibiarkan menggunakan standar bawaan pabrik.

Selain Adib, Siswo Winoto dari Win's Paddock rupanya juga ikut berperan dalam pengerjaan rangka dan urusan gaya. Konsep cafe racer futuristik diperlihatkan pada bagian depan melalui pemakaian suspensi springer yang sudah dikustom ulang.

Istimewa Honda Tiger dua silinder berkonsep cafe racer modern

Bila melihat memang unik, karena kebanyakan builder memasang upside down. Bukan hanya itu, Winoto juga ikut menata ulang rangkai suspensi agar motor tetep bisa memiliki gaya pegas saat melakukan pengereman .

Penulis: Stanly Ravel
Editor : Agung Kurniawan
TAG: