Masih Penasaran dengan ”Eco Driving”? Ini Kuncinya - Kompas.com

Masih Penasaran dengan ”Eco Driving”? Ini Kuncinya

Donny Apriliananda
Kompas.com - 07/12/2016, 16:32 WIB
Nissan Motor Indonesia Nissan Grand Livina dalam Tantangan 7 Liter Livina, terjebak di kemacetan.

Jakarta, KompasOtomotif – Sudah bukan zamannya kebut-kebutan, di tengah kondisi jalan yang semakin hari kian padat. Pengguna mobil kini mulai mengikuti tren yang bisa jadi lebih berguna, yakni mengemudi irit alias Eco Driving.

Beberapa kali dijabarkan soal metode pengemudian ini, terkait dengan teknik. Namun, menurut Sugihendi, Trainer Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia, justru hal paling penting adalah dalam eco driving adalah mindset.

”50 persen faktor penentu adalah pola pokir, bisa nggak mengendalikan emosi? Buat sebagian orang memang susah, dan itu perlu latihan,” ucap Sugihendi, dalam sebuah kesempatan di Bandung, belum lama ini.

Tak hanya pola pikir, Hendi juga menekankan soal cuaca. Ketika suhu makin rendah, kerapatan udara dikatakan makin bagus. Oksigen yang masuk ke ruang bakar makin rapat dan ini semakin menyempurnakan pembakaran.

”Misalnya, mengemudi malam hari akan lebih irit ketimbang siang. Tidak bisa dilawan. Ini otomatis,” kata Hendi.

Buat yang ingin me-review apa saja teknik yang dibutuhkan, Hendi memaparkan beberapa hal berikut ini sebagai kunci:

1. Injak gas secara halus. Jika mobil bertransmisi manual, secepat mungkin oper gigi. Kalau transmisi otomatis, tahan di putaran mesin tak lebih dari 2.000 rpm.
2. Antisipasi lalu lintas. Kadang kita suka lupa injak gas tanpa melihat situasi di depan. Padahal, mengurangi pengereman justru menjadi kunci mengemudi irit.
3. Jangan main setengah kopling untuk pengguna mobil bertransmisi manual. Tenaga mesin akan terbuang, otomatis bahan bakar juga ikut boros.
4. Engine brake. Selalu pakai kalau memungkinkan. Gunakan semaksimal mungkin.
5. Pertahankan kecepatan konstan di jalur bebas hambatan.
6. Usahakan jangan idle terlalu lama alias stasioner. Memang, ada kondisi yang harus begitu, termasuk saat berhenti di lampu merah.
7. AC. Kompresor ambil tenaga dari mesin. Semakin lama hidup, bahan bakar yang disedot semaki banyak. Temperatur tak perlu digeser sampai paling dingin, secukupnya saja agar kompresor tak banyak bekerja. Blower tidak akan berpengaruh.
8. Tutup jendela pada kecepatan tinggi. Jalan di atas 100 kpj, kaca terbuka. Berisik angin masuk menjadi hambatan.
9. Jangan agresif. Ini yang paling suli, tetapi justru paling penting. Tahan emosi di jalan otomatis membuat pengendaraan tidak agresif.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Terkini Lainnya
Ini Motor Bekas yang Laris Manis
Ini Motor Bekas yang Laris Manis
Feature
Penanganan Kasus 'Recall Airbag' di Posko Mudik
Penanganan Kasus "Recall Airbag" di Posko Mudik
News
Posko Mudik dan Arus Silaturahmi
Posko Mudik dan Arus Silaturahmi
News
Harapan Bus Tingkat Jadi Pilihan Transportasi Masyarakat
Harapan Bus Tingkat Jadi Pilihan Transportasi Masyarakat
News
Rossi Sebut Zarco Enggak Paham Cara Menyalip
Rossi Sebut Zarco Enggak Paham Cara Menyalip
Sport
Mesin EcoBoost Ford Menang Penghargaan Lagi
Mesin EcoBoost Ford Menang Penghargaan Lagi
Teknologi
Bus Tingkat Jurusan Baru, Bogor-Wonogiri
Bus Tingkat Jurusan Baru, Bogor-Wonogiri
Niaga
Takata Akhirnya Bangkrut
Takata Akhirnya Bangkrut
News
Mengenal Toyota Aygo Edisi Khusus
Mengenal Toyota Aygo Edisi Khusus
Produk
Ingat, Arus Balik Lebih Rawan Kecelakaan
Ingat, Arus Balik Lebih Rawan Kecelakaan
Feature
Kerasnya Perjuangan Arus Balik, Ini Antisipasinya
Kerasnya Perjuangan Arus Balik, Ini Antisipasinya
Feature
Prediksi Arus Balik Aman dari Menhub
Prediksi Arus Balik Aman dari Menhub
News
BMW X3 Meluncur dengan Paket Paling Bertenaga
BMW X3 Meluncur dengan Paket Paling Bertenaga
Produk
3 Hal yang Menurunkan Harga Jual Mobil Bekas
3 Hal yang Menurunkan Harga Jual Mobil Bekas
Feature
GPS Mobil Bikin Frustrasi?
GPS Mobil Bikin Frustrasi?
Feature
Close Ads X