Status Mobil Masih "Inreyen," Hindari Hal Ini! - Kompas.com

Status Mobil Masih "Inreyen," Hindari Hal Ini!

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 03/12/2016, 09:31 WIB
Stanly/Otomania Kabin Sigra

Jakarta, KompasOtomotif – Mengemudikan mobil yang baru dibeli dari diler resmi, ternyata tidak bisa sembarangan, dan ada aturannya. Jika nekat asal menggunakan, maka resikonya mobil bisa cepat mengalami kerusakan.

Ichsan Ady Permana, Instructure Technical Training Center Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan, masa-masa tersebut umumnya dikenal dengan istilah break-in period, masa uji kendaraan, atau dikenal istilah inreyen. Di mana ada hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan pada saat itu.

“Biasanya masa break-in itu dilakukan selama 1.000 kilometer pertama,” ujar Ichsan kepada KompasOtomotif, Jumat (2/12/2016).

Berikut beberapa perilaku yang harus dihindari saat masa uji mobil.

  1. Hindari penggunaan full throttle pada saat mulai berjalan atau selama berkendara.
  2. Hindari akselerasi mendadak ,
  3. Hindari mengemudi pada kecepatan tinggi,
  4. Hindari mengemudi terus-menerus pada gigi kecepatan rendah, atau memacu kendaraan pada kecepatan konstan dalam periode yang lama.
  5. Tidak berjalan lambat dengan posisi gigi (transmisi) untuk kecepatan tinggi.
  6. Selama 300 kilometer pertama, hindari mengerem atau berhenti mendadak.

“Semua itu direkomendasikan untuk mencegah mesin dan komponen kendaraan cepat rusak. Karena komponen seperti ring piston,  dinding silinder, bearing and conecting rod masih dalam masa penyesuaian, termasuk juga di dalam transmisi dan sistem rem,” ujar Ichsan.

Ditambah lagi, kata Ichsan, kondisi oli mesin ketika dalam masa uji, juga mengandung metal sisa proses machining atau penyesuaian celah komponen. Oleh karenanya, pastikan mengikuti rekomendasi tersebut untuk memperpanjang usia mobil.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM