Sabtu, 25 Maret 2017

Otomotif

Antara Gaung Sepeda Motor Listrik dan Kejenuhan Pasar

Stanly/Otomania Menteri Perindustrian Republik Indonesia IR Airlangga Hartarto


Jakarta, KompasOtomotif
– Industri sepeda motor nasional tengah terimpit dua isu besar, terkait perkembangan teknologi listrik dan kejenuhan pasar. Meskipun, moda transportasi dua roda ini masih menjadi andalan masyarakat di tengah minimnya kemampuan pemerintah menyediakan moda transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan bisa diandalkan.

Soal teknologi sepeda motor listrik, Menteri Perindustrian Republik Indonesia IR Airlangga Hartarto mengatakan, persiapan tengah dilakukan. "Motor listrik dari industrinya baru siap di 2018, jadi kita lihat saja nanti bagaimananya," ucap Airlangga di sela peresmian Indonesia Motorcycle Show (ImoS) 2016, di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

Seperti diketahui, perusahaan lokal Garansindo bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya tengah menyiapkan sepeda motor listrik, Gesits.  Prototipe sudah diluncurkan, siap diujicoba, dan punya target pemasaran mulai 2017.

Baca: Ekspor Motor Indonesia Tak Sampai Secuil Pasar Domestik

Namun, melihat sekilas peserta pameran di IMoS 2016, cuma Honda yang memajang sepeda motor listrik. Sedangkan merek peserta lain, masih mengandalkan model-model baru dengan bekal mesin konvensional.

Soal kesiapan infrastruktur menyambut era sepeda motor listrik, Airlangga mengaku tidak terlalu khawatir, karena masyarakat bisa memanfaatkan rumah tangganya masing-masing. Tetapi, sebagai produk alternatif dari sepeda motor mesin konvensional.

"Listrik-kan bisa gunakan rumah masing-masing, jalanan siap dengan motor listrik, masalahnya saat ini adalah dari segi harga. Kalau teknologinya bisa lebih murah lagi, maka motor listrik bisa jadi salah satu alternatif untuk bahan bakar minyak (BBM)," ujar Airlangga.

Ketika ditanya soal insentif dari pemerintah, Airlangga mengaku masih mau memantau seberapa jauh kesiapan industrinya di masa mendatang.

Setyo Adi/Otomania Honda menjadi satu-satunya merek yang pamer "bebek" berteknologi listrik di ImOS 2016.

Kejenuhan Pasar

Tahun ini, pasar sepeda motor diprediksi akan jalan di tempat, dengan target penjualan cuma 6 juta unit. Sebagian kalangan menilai kalau industri sepeda motor sudah mulai mencapai titik jenuh pasar di Indonesia. Tetapi, nada optimistis tetap dilontarkan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata.

"Indonesia pemain ketiga terbesar di dunia setelah China dan India dalam industri roda dua. Tahun ini stagnan namun di tahun-tahun ke depan akan ada peningkatan terutama untuk pasar dalam negeri dan ekspor yang membesar," ucap Gunadi.

Gunadi bercerita, saat ini rasio kepemilikan sepeda motor dalam negeri masih dianggap rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Jumlah sepeda motor yang tercatat saat ini mencapai 90 juta unit berbanding dengan 200 juta penduduk. Artinya masih 1:3 antara jumlah sepeda motor dengan penduduk.

"Bila sampai perbandingannya 1:2 itu dapat menumbuhkan seluruh perangkat industri baik manufaktur maupun sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya," ucap Gunadi.

Di beberapa kota besar Indonesia, nyaris setiap rumah tangga sudah punya sepeda motor. Bahkan di Jakarta dan sekitarnya, pembelian sepeda motor baru hanya sebagai produk pengganti atau menambah, sehingga kata kejenuhan pasar sudah semakin terasa.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Agung Kurniawan
Sumber: Otomania.com,
TAG: