Kenali Kecepatan dan Jarak Pengereman - Kompas.com

Kenali Kecepatan dan Jarak Pengereman

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 10/10/2016, 15:46 WIB
Telegraph Ilustrasi berkendara mobil di jalan

Jakarta, KompasOtomotif – Kecepatan yang tidak terkontrol menjadi salah satu penyebab kecelakaan mobil atau sepeda motor yang terjadi di jalan. Padahal, di setiap jalan sudah ditentukan kecepatan maksimal yang seharusnya dipatuhi.

Mengemudikan kendaraan terlalu cepat, semakin mempertinggi esiko terjadinya kecelakaan. Pasalnya semakin cepat kendaraa dipacu, jarak pengereman akan semakin jauh, belum lagi jika ditambah dengan kondisi jalan yang licin. Sehingga semakin kecil kemungkinan bisa menghindari objek tabrak.

Jusri Pulubuhu, Chief Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), jarak pengereman ditentukan oleh banyak faktor.

  1. Kondisi permuakaan jalan, entah itu jalan dalam kondsi basar atau kering.
  2. Kondisi ban. Semakin ban botak atau tidak sempurna kembangannya, membuat lebih rendah gesekannya.
  3. Jenis rem yang digunakan. “Antara mobil satu dan mobil lainnya, memiliki sistem pengerman atau jenis rem yang berbeda, ini akan ikut mempengaruhi jarak pengereman pula,” ujar Jusri kepada KompasOtomotif, Senin (10/10/2016).
  4. Bobot kendaraan, mobil atau sepeda motor.
  5. Cuaca.
  6. Waktu pengereman.
  7. Lokasi pengereman. “Ini hitung berdasarkan tingkat ketinggian daratan dari permukaan laut. Di mana melakukan pengereman di daerah puncak dengan di Jakarta akan berbeda, karena pengaruh dari gaya gravitasi,” tutur Jusri.

Jusri melanjurkan, jarak pengereman juga ditentukan oleh waktu reaksi, di mana terdiri dari dua jenis, reaksi manusia (1 detik) dan mekanik atau sistem rem (0,5 detik) yang jika dibulatkan dalam dunia safety, menjadi total 2 detik. Kondisi ini juga dipengaruhi beberapa faktor.

  1. Usia, di mana semakin tua usianya (di atas 50 tahun) maka akan lebih lama waktu reaksinya.
  2. Kondisi fisik pengemudi
  3. Ditentukan oleh gangguan mental, di pekrjaan atau d rumah tangga.
  4. Pengaruh obat atau alkohol

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Terkini Lainnya
Berkenalan dengan Mini Crossover ala Jepang
Berkenalan dengan Mini Crossover ala Jepang
Produk
Volvo Siap Ramaikan Transportasi Bus di Indonesia
Volvo Siap Ramaikan Transportasi Bus di Indonesia
Niaga
Rossi Kecelakaan Saat Latihan “Motocross”
Rossi Kecelakaan Saat Latihan “Motocross”
Sport
Scrambler Ducati 'Jadi-jadian' dari China
Scrambler Ducati "Jadi-jadian" dari China
Produk
Nissan Mau Stop Juke?
Nissan Mau Stop Juke?
News
Mengintip 'Sarang' Distribusi BMW di Jepang
Mengintip "Sarang" Distribusi BMW di Jepang
News
Importir 'Teriak' Ban Impor Dibatasi
Importir "Teriak" Ban Impor Dibatasi
News
Menakar Harga Seri 5 Terbaru di Indonesia
Menakar Harga Seri 5 Terbaru di Indonesia
News
Berapa Sih, Gaji Bos Ford yang Baru?
Berapa Sih, Gaji Bos Ford yang Baru?
News
Godaan Baru dari Triumph Model Klasik Modern
Godaan Baru dari Triumph Model Klasik Modern
Produk
Suzuki Ertiga Geser Daihatsu Xenia pada April 2017
Suzuki Ertiga Geser Daihatsu Xenia pada April 2017
News
'Resign', Mantan Bos Ford Terima Kompensasi Rp 700 M
"Resign", Mantan Bos Ford Terima Kompensasi Rp 700 M
News
Harley-Davidson Siap Bikin Pabrik di Thailand
Harley-Davidson Siap Bikin Pabrik di Thailand
News
Bos Ford Mark Fields Dipecat
Bos Ford Mark Fields Dipecat
News
Pesanan “Online” XMAX Tembus 1.000 Unit
Pesanan “Online” XMAX Tembus 1.000 Unit
News
Close Ads X