Memahami 3 Mode Berkendara Honda CBR250RR - Kompas.com

Memahami 3 Mode Berkendara Honda CBR250RR

Donny Apriliananda
Kompas.com - 27/09/2016, 14:42 WIB
Istimewa-Bayu Nur Patria KompasOtomotif saat mendapat penjelasan tentang fitur Riding Mode dari Sarwono Edhi, Technical Service Training Development AHM.

Karawang, KompasOtomotif – Sebelum bermain-main dengan kecepatan, KompasOtomotif menitikberatkan pembahasan pada mode berkendara yang dimiliki All New CBR250RR. Inilah fitur yang bakal bikin para kompetitor ”puyeng”, karena mirip moge-moge di atas 500 cc.

Kesempatan mengetes versi prototipe CBR250RR di Proving Ground milik Bridgestone, Karawang, Jawa Barat, Senin (26/9/2016), adalah waktu yang tepat mengeksplor beda rasa tiga mode berkendara yang diatur dengan peranti elektronik itu.

Ada tiga mode yang bisa dipilih, yakni Comfort, Sport, dan Sport +. Semuanya beda karakter, dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan berkendara.

”Kapan pun Anda mau, mode ini bisa diganti-ganti via tombol di setang kiri bagian depan. Asal, handel gas ditutup penuh dulu,” terang Sarwono Edhi, Technical Service Training Development AHM memberi petunjuk.

Pada sesi tes pertama, secara berurutan KompasOtomotif menjajal mode ”Comfort” lebih dulu, disusul ”Sport”, lalu ”Sport +”.

KompasOtomotif-donny apriliananda Mode berkendara pada Honda CBR250RR yang terbagi atas mode Comfort, Sport, dan Sport Plus, bisa dipindah saat motor melaju, tapi gas harus ditutup sepenuhnya. Tombol ada di setang kiri.
Menariknya, di mode comfort, karakter galak sepeda motor sudah terasa. Saat putaran mesin berada di bawah, mode ini menjaga tenaga dan torsi motor untuk ”tetap tenang” agar mesin tidak tersendat-sendat pada kecepatan rendah.

Lap kedua, mode dipindah ke posisi Sport. Seketika motor makin asyik diajak ”lari”. Mencapai putaran menengah-atas lebih gampang, dan karakter ini juga membuat suspensi lebih kaku, terutama saat menikung.

Lebih ganas lagi saat mode berkendara dipindah ke posisi Sport +. Dengan mode ini, naik motor bermesin 250 cc seperti naik moge 500 cc. Tenaga juga jadi lebih linear. Saat gigi dipindah, sangat sedikit tenaga yang turun. Motor siap terus diajak menambah kecepatan.

Seberapa cepat dan nyaman buat menikung? KompasOtomotif siap jabarkan dalam artikel lain.

Istimewa-Bayu Nur Patria KompasOtomotif saat meliuk pelan menggunakan mode comfort.

PenulisDonny Apriliananda
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

News
Kupas 'Coupe' Sport Lexus LC500

Kupas "Coupe" Sport Lexus LC500

Produk
Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

News
McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

News
Honda Jazz 'Facelift' Lebih Mahal Rp 6 Juta

Honda Jazz "Facelift" Lebih Mahal Rp 6 Juta

Produk
McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

Produk
Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Produk
Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

Mazda CX-8 Tantang CR-V 7-Penumpang Tahun ini

News
Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

Motor Bebek Malaysia Mau Adu Nasib di Indonesia

News
BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

BMW Motorrad Cetak Rekor Jualan Paruh Pertama 2017

News
Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

Pasar Mobil Malaysia Tumbuh 1,7 Persen Akhir 2017

News
Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

Bahas Desain Lampu Revolusioner Mitsubishi Expander

News
Close Ads X