Jumat, 1 Agustus 2014

Otomotif


Kelebihan dan Kekurangan Pakai Ban Pacul di Perkotaan

Penulis: Donny Apriliananda | Jumat, 13 Desember 2013 | 18:50 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

Penggunaan ban pacul sesuaikan dengan kondisi jalan.

Jakarta, KompasOtomotif – Beberapa biker, terutama yang menggunakan sepeda motor dengan tampilan trail, mulai gandrung menggunakan ban pacul. Alasannya, menyesuaikan tampilan, meski penggunaan lebih banyak di perkotaan dengan jalan aspal. Ban pacul yang dipakai tak sepenuhnya ”gondrong”, tetapi berjenis all-terrain alias bisa dipakai on-road atau off-road.

Subhan, anggota Komunitas Trail Adventure (KOTA) Balikpapan, mengatakan kepada KompasOtomotif Jumat (13/12/2013), bahwa penggunaan ban pacul atau semi off-road di perkotaan tak lain karena hobi dan penyesuaian gaya. ”Kami suka melakukan adventure, tapi kadang juga memakai sepeda motor untuk kerja. Tinggal ganti ban all-terrain agar tetap terkesan trail, tapi juga bisa dipakai di berbagai kondisi jalan kota,” tegasnya.

Dirinya paham betul tentang keselamatan. Itulah kenapa, penggunaan ban pacul di perkotaan sebenarnya tidak disarankan untuk alasan keselamatan. Tapi pria yang berprofesi sebagai pegawai negeri itu juga mengaku tetap melakukan kontrol terhadap laju kendaraan.

Safety
Sony Susmana, Direktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menjelaskan lebih detail pengaruh dan sisi keamanan ban pacul di perkotaan. Benang merahnya, tidak aman dan tidak nyaman. ”Sebenarnya boleh-boleh saja, tetapi ada tiga hal yang harus diperhatikan plus konsekuensinya,” tegas Sony kepada KompasOtomotif.

Pertama, grip kurang baik, apalagi di jalan basah. Laju ketika menggunakan ban all-terrain tidak bisa seperti pakai ban aspal, harus lebih pelan. Pengendara juga melebihkan tingkat kewaspadaan karena karet bundar kurang "menggigit".

Kedua, desain atau pattern ban pacul dibuat bergerigi untuk permukaan tanah, yang tentu membuat rolling ressistant (daya gelinding) terhambat. Alhasil, perputaran ban yang seharusnya tanpa beban menjadi berat, akibatnya tidak eco riding alias lebih boros bahan bakar. Ketiga, bersiaplah dengan suara yang lebih berisik, sebagai efek permukaan bergerigi.

Intinya, gunakan ban sesuai peruntukan. Memang, jalan di perkotaan kadang berlubang atau kondisinya kurang baik. Namun, tetap lebih bijak dalam pemakaian. Menggunakan skutik dengan spek trail pun tetap harus diperhatikan peruntukannya. Jika butuh dipakai untuk garuk tanah, tinggal ganti ban sesuai kondisi.

Sumber: native ads Yamaha

Editor : Aris F. Harvenda