Selasa, 30 September 2014

Otomotif


Metode Tes Konsumsi BBM Mobil Murah

Penulis: Agung Kurniawan | Rabu, 18 September 2013 | 07:17 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
Sumber : KompasOtomotif | Author : Stanley

Agya, mobil murah andalan Toyota

Jakarta, KompasOtomotif - Pemerintah mewajibkan setiap merek yang ikut program LCGC, produknya harus dites oleh lembaga independen, yaitu Badan Penerapan dan Pengembangan Teknologi (BPPT) di laboratorium uji. Standar minimal, 20 kpl. Dengan ini, cara pengujian sama untuk setiap merek yang ikut LCGC.

Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian mengatakan, tes yang dilakukan BPPT mengacu pada standar Union of Industrial and Employers' Confederations of Europe (UNECE), saat ini disebut dengan BusinessEurope, lembaga perkembangan bisnis dan industri negara-negara Uni Eropa.

Pengujian dilakukan dengan metode khusus, di atas roller seperti dynotest. Kendati demikian kondisinya disesuaikan dengan keadaan lalu lintas umum. Begitu pula dengan perhitungan beban dan hambatan angin.

"Jadi ada berhentinya, jalan pada kecepatan tertentu, Bebannya disesuaikan dengan kondisi jalan umum dan semua merek diuji sama," tukas Budi di Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin (17/9/2013).

Budi mengimbau konsumen agar tidak menyamakan hasil uji tes laboratorium BPPT dengan kondisi sesungguhnya. Pengujian dilakukan dengan standar rekayasa (engineering) tertentu agar tidak diskriminatif. "Bisa saja satu merek mengklaim konsumsi BBM di atas 20 kpl. Syaratnya, harus lolos pengujian kami," imbuh Budi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Pro Kontra Mobil Murah


Editor : Zulkifli BJ