Sabtu, 19 April 2014

Otomotif


Mobil Khusus untuk Anak-anak

Penulis: Donny Apriliananda | Selasa, 18 Juni 2013 | 19:50 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : AFP | Author : Yoshikazu Tsuno

    Toyota Camatte bisa dinaiki orang dewasa.

  • Sumber : CBS | Author : Lucy Craft

    Terdiri dari 57 panel yang bisa diganti warna dan bentuk.

  • Sumber : AFP | Author : Yoshikazu Tsuno

    Modelnya bisa macam-macam, mulai sport sampai klasik.

  • Sumber : CBS | Author : Lucy Craft

    Interior, cukup untuk anak setinggi 120cm.

Tokyo, KompasOtomotif – Terdengar aneh, tapi begitulah kenyataannya. Toyota memperkenalkan mobil khusus anak-anak dengan nama Camatte - masih konsep - di International Tokyo Toy Show pada 13-16 Juni lalu.  Mobil dilengkapi dengan tiga jok, depan untuk anak, dua di belakang untuk kedua orang tua.

”Tidak berbeda dengan mobil umum. Kendaraan ini digerakkan oleh motor listrik, punya pedal gas, rem, dasbor dan kabin seperti mobil sungguhan. Hanya, ukuran lebih pendek, proporsional untuk anak,” terang Kenji Tsuji yang dikutip cbsnews.

Dengan ukuran dua pertiga dari mobil sungguhan, Camatte bisa dikendalikan oleh anak-anak dengan tinggi 120 cm. Kecepatan maksimal pada speedometer 70 km per jam. Namun kenyataan, hanya mampu melaju 45 kpj. Khawatir terlalu kencang, tersedia pembatas kecepatan sehingga orang tua bisa mengontrol manuver anaknya.

”Kami menampilkannya pada pameran mainan. Kami ingin orang tua dan anaknya berinteraksi di dalam mobil. Dengan ayah atau ibu di belakang, anak di depan, mereka akan bermain bersama sebagai keluarga,” tegas Kenji.

Namanya juga mainan, mobil ini kaya warna. Modelnya bermacam-macam, ada yang tanpa atap, klasik, bahkan sedan sport. Bodi terdiri atas 57 panel yang disambungkan dengan pin untuk memudahkan bongkar-pasang. Warna panel juga bisa diganti dengan pilihan merah muda pastel, hijau atau motif boneka.

Regenerasi
Tujuan Toyota membuat mobil ini agar anak-anak bisa mewujudkan mimpi punya mobil sungguhan. Namun misi utama adalah regenerasi konsumen setelah penjualan mobil di Jepang turun drastis. Generasi muda tak lagi ingin mengemudikan mobil sendiri untuk bepergian. ”Dengan menanamkan bahwa mobil sangat menyenangkan, kami akan merebut kembali hati konsumen,” lanjut Kenji.

 

Sumber: cbsnews

Editor : Zulkifli BJ