Kamis, 30 Oktober 2014

Otomotif


GM dan Hyundai Ikut LCGC

Penulis: Agung Kurniawan | Senin, 10 Juni 2013 | 13:52 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
Sumber : KompasOtmotif | Author : Roderick Adrian Mozes

Pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi siap produksi LCGC

Jakarta, KompasOtomotif - Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan ada dua agen pemegang merek (APM) lagi menyatakan siap ikut program mobil mudah dan ramah lingkungan (LCGC).Kedua merek tersebut General Motors (GM) dan Hyundai, setelah sebelumnya Daihatsu, Toyota, Suzuki, Honda dan Nissan yang sudah lebih dulu investasi pabrik baru.

"GM sudah menghidupkan lagi pabriknya di Bekasi sekaligus investasi peralatan baru, mereka juga menyatakan tertarik," jelas Budi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, hari ini (10/6/2013).

Hyundai saat ini punya fasilitas perakitan di bawah kendali PT Hyundai Indonesia Motor berkapasitas 10.000 unit per tahun di Bekasi Barat, Jawa Barat. Jika komitmen Hyundai berjalan, maka produsen mobil asal Korea Selatan ini wajib menanamkan investasi baru melalui pendirian pabrik baru.

"Lagi menunggu juklak (petunjuk pelaksana) dan juknis (petunjuk teknis), baru lapor ke prinsipal HMC (Hyundai Motor Company) Korea. Tergantung ada atau tidaknya produk, lalu lokalisasinya bagaimana," jelas Jongkie Sugiarto, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia ketika dikonformasi KompasOtomotif, hari ini.


Bulan Depan

Kementerian Perindustrian, menurut Budi, saat ini sudah menyelesaikan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) menyangkut juklak dan juknis LCGC dan mobil beremisi karbon rendah (LCE). "Cukup satu bulan akan selesai, ini (draf) sudah jadi tinggal ditandatangani (Menteri MS Hidayat)," beber Budi.

Dengan acuan Permenperin ini, setiap merek sudah bisa mulai produksi dengan acuan yang ada, termasuk mekanisme pengujian konsumsi BBM di laboratorium BPPT di Serpong, Jawa Barat. Kapan mulai dipasarkannya harus menunggu Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) yang mengatur mekanisme pemberian insentif.


Editor : Bastian