Presiden Sudah Teken PP LCGC! - Kompas.com

Presiden Sudah Teken PP LCGC!

Kompas.com - 28/05/2013, 06:36 WIB
Agung Kurniawan PP LCGC akhirnya diteken SBY.

Jakarta, KompasOtomotif - Kabar gembira bagi masyarakat yang menunggu LCGC atau mobil murah dan juga pelaku industrinya sejak September tahun lalu. Berita terakhir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Proyek Mobil Beremisi Rendah (LECP).

"Sudah diteken Presiden kemarin," jelas Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor kepada KompasOtomotif, semalam (27/5/2013).

Sumber Kementerian Perindustrian yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan pada KompasOtomotif kalau PP sudah ditandatangani Presiden SBY.  Bila PP LCEP sudah terbit, berarti  turunannya, yakni mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) juga juga sudah bisa dijalankan.

PP ini juga mengatur insentif khusus bagi mobil ramah lingkungan seperti hibrida, listrik, teknologi mesin bensin atau diesel turbo dan gas akan mendapatkan insentif khusus, yaitu pengurangan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM). Dengan catatan, mobil dirakit di Indonesia dan memenuhi standar minimum kandungan lokal  yang telah ditentukan.

Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi sebelumnya menjelaskan, insentif pengurangan PPnBM dibagi menjadi tiga. "Pajak diturunkan dalam tiga kelompok, yaitu 100, 50 dan 25 persen dari regulasi sebelumnya. Untuk LCGC diusulkan mendapatkan pembebasan PPnBM," beber Budi, belum lama ini.

Usulan dari Kementerian Perindustrian Nomor 262/M-IND/6/2012 kepada Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, pada 27 Juni 2012, tercantum, s etiap produsen wajib merakit kendaraannya di Indonesia dan kandungan lokal sampai 40 persen secara bertahap dalam empat tahun.

Juga disebutkan, kalau konsumsi BBM ditetapkan minimum 20 kpl untuk kendaraan mesin bensin diesel dengan teknologi canggih, berbahan bakar bensin dan dan gas (dilengkapi dengan konverter CNG/LGV) dan bahan bakar nabati (biofuel). Untuk mobil hibrida, listrik dan gas ditetapkan, minimum konsumsi BBM 28 kpl atau sama.

Sedangkan standar emisi,  Euro2, menggunakan bahan bakar non-subsidi (Pertamax dan Pertamina Dex) yang menghasilkan karbondioksida 150 gram/km.
 

EditorAris F Harvenda
Komentar

Terkini Lainnya

Mitsubishi Evo 'Is Back'!

Mitsubishi Evo "Is Back"!

News
Di Surabaya, Civic Type R Sudah Tembus Rp 1 M

Di Surabaya, Civic Type R Sudah Tembus Rp 1 M

News
BMW i8 Bisa 'Nge-Charge' di PLN Gambir

BMW i8 Bisa "Nge-Charge" di PLN Gambir

News
Cara Benar Mengurus SIM yang Hilang

Cara Benar Mengurus SIM yang Hilang

Tips N Trik
Wuling Langsung Tancap Gas di Surabaya

Wuling Langsung Tancap Gas di Surabaya

News
Kondisi Rossi Semakin Membaik

Kondisi Rossi Semakin Membaik

Sport
Perbaiki Bemper Penyok Pakai Air Panas, Memang Bisa?

Perbaiki Bemper Penyok Pakai Air Panas, Memang Bisa?

Tips N Trik
Kejar Toyota Camry, Honda Mulai Produksi Accord 2018

Kejar Toyota Camry, Honda Mulai Produksi Accord 2018

News
Suzuki Kerek Harga Ignis Bulan Depan

Suzuki Kerek Harga Ignis Bulan Depan

News
Honda Tembakkan PCX Lokal, Yamaha Siap Menghindar

Honda Tembakkan PCX Lokal, Yamaha Siap Menghindar

News
Wuling Lanjutkan Ekspansi di Sulawesi

Wuling Lanjutkan Ekspansi di Sulawesi

News
NMAX Cukup Bikin Yamaha Pusing

NMAX Cukup Bikin Yamaha Pusing

News
Daihatsu dan Honda Perang Promo di Surabaya

Daihatsu dan Honda Perang Promo di Surabaya

News
Tanpa Pabrik, Pasar Otomotif Australia Masih Menggiurkan

Tanpa Pabrik, Pasar Otomotif Australia Masih Menggiurkan

News
Sepanjang 2017, Avanza Transmover Tanpa Gairah

Sepanjang 2017, Avanza Transmover Tanpa Gairah

News
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM