Jumat, 18 April 2014

Otomotif


Otobursa Surga Penggemar Sepeda Motor Tua

Penulis: Donny Apriliananda | Sabtu, 11 Mei 2013 | 13:11 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Apa aja juga ada, aksesori hingga suku cadang lawas.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Mesin Zundapp dijual murah.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Limbahan moge, mulai dari kaki-kaki hingga mesin.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : donny apriliananda

    Mau gambar-gambar iklan dan majalah lawas? ada juga di Otobursa.

Jakarta, KompasOtomotif — Seperti penyelenggaraan sebelumnya, Otobursa Tumplek Blek 2013 yang diselenggarakan tabloid Otomotif di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 11-12 Mei, menjadi rujukan utama para kolektor dan pemain sepeda motor tua. Inilah surga untuk mereka, dengan hadirnya suku cadang orisinal maupun bekas tunggangan lawas paling lengkap se-Indonesia.

Dari pantauan KompasOtomotif, puluhan lapak suku cadang sepeda motor tua di sisi selatan dipenuhi pengunjung sejak event dibuka. Tersedia berbagai macam kebutuhan kolektor seperti lampu-lampu baru dan bekas, onderdil fast moving, aksesori, hingga mesin-mesin bangkai yang tak lagi terawat.

Seperti di stan Baraya, teronggok dua mesin Zundapp lansiran 1952. Kondisinya berdebu, bahkan ada sisi yang sudah berkarat. Namun, Ujang MR, sang pemilik lapak, mengatakan kalau mesin ini masih bisa difungsikan dengan baik. ”Ini kebetulan saya copot aja mesinnya. Rangka dan bodinya ada di rumah, saya hanya bawa beberapa unit yang utuh,” ujarnya kepada KompasOtomotif, Sabtu (11/5/2013).

Tak hanya suku cadang, Ujang juga memajang tiga sepeda motor jadul yang diklaim masih bisa menyala normal dan diajak jalan. Ada BMW 70 lansiran 1955 seharga RP 70 juta, Pononia lansiran 1956 Rp 22 juta, dan Royal El tahun 1960-an dengan harga Rp 60 juta.

Limbah Moge
Selain surga sepeda motor tua, penggemar moge klasik juga dimanja. Salah satu stan yang menggelar limbahan moge adalah Neobursa. Berbagai macam lengan ayun dari berbagai merek moge, suspensi, hingga karburator sepeda motor empat silinder ada di sini.

Menurut Indra Syakti, pemilik lapak, sebagian besar limbahan itu didatangkan dari Singapura dan AS. ”Pemilik sepeda motor di sana (Singapura) terbentur dengan regulasi setempat soal pajak sepeda motor lebih dari tujuh tahun yang bakal naik dua kali lipat. Jadi, buat mereka mending beli sepeda motor baru, yang lama dipereteli dan dijual,” jelasnya.

Soal harga, bisa lebih murah. Seperti lengan ayun Aprilia RS 125 misalnya, dijual antara Rp 1,5-Rp 2,5 juta. Ada juga pelek-pelek bekas, satu set depan-belakang lengkap dengan piringan rem dan gir, copotan dari beberapa moge lawas seperti Suzuki GSX 1000 lansiran 2005 ke bawah.


Editor : Bastian