Selasa, 29 Juli 2014

Otomotif


Laba Otomotif Astra Turun 10 Persen

Penulis: Agung Kurniawan | Rabu, 24 April 2013 | 17:59 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
Sumber : KompasOtomotif | Author : Agung Kurniawan

Prijono (kanan) usai pemotongan tumpeng diserahkan kepada karyawan terbaik disaksikan oleh Presdir TAM Johny Darmawan (ketiga dari kiri)

Jakarta, KompasOtomotif - Laba bersih bisnis otomotif PT Astra International Tbk (Grup Astra) sepanjang kuartal pertama tahun ini anjlok 10 persen menjadi Rp 2,2 triliun dibadingkan periode yang sama tahun lalu. Sumbangan terbesar datang dari perusahaan gabungan (asosiasi dan jointly controlled entities) Rp 1,2 triliun sedangkan sisanya berasal dari anak perusahaan Rp 1 triliun.

Dalam keterangan resmi yang diterima KompasOtomotif, hari ini (24/4/2013), Grup Astra menyatakan permintaan kendaraan bermotor tetap tinggi didukung makin membaiknya pendapatan masyarakat dan tingkat suku bunga pinjaman yang terjangkau. Tapi, persaingan makin ketat dengan bertambahnya kapasitas produksi domestik dan terkereknya biaya tenaga kerja menyebabkan laba Grup Astra menurun. Diprediksi, kondisi ini masih akan berlanjut sampai tiga bulan ke depan.

DP Minimum

Faktor penyebab turunnya pendatan dipicu oleh peraturan uang muka (DP) minimum pada lembaga pembiayaan otomotif syariah yang berlaku mulai 1 Januari (leasing) dan 1 April (bank), belum terasa pada penjualan kuartal pertama. Pengaruhnya akan terasa khususnya pada bisnis sepeda motor sepanjang semester pertama.

Total penjualan mobil domestik Indonesia naik 18 persen menjadi 296.000 unit. Grup Astra melalui Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot juga berhasil menaikkan penjualan 7 persen menjadi 155.000 unit, menguasai pangsa pasar sampai 52 persen. Hal ini dicapai berkat stimulasi pasar dengan meluncurkan tiga model baru dan lima facelift.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga telah menyelesaikan pabrik baru di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas 120.000 unit per tahun. Menambah kapasitas total produksi Daihatsu Indonesia menjadi 460.000 unit.

Dari pasar sepeda motor, penjualan cuma naik tipis 2 persen menjadi 2 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan PT Astra Honda Motor naik 14 persen hingga 1,2 juta unit dengan penguasaan pangsa pasar 62 persen dari tahun lalu hanya 55 persen. Honda meluncurkan dua model baru dan empat facelift untuk menstimulasi pasar dan mendongkrak kapasitas produksi sepeda motor tipe sport dari 900 unit menjadi 1.300 unit per hari.

Dari divisi suku cadang, PT Astra Otoparts Tbk (AOP) sudah melaporkan laba bersihnya mencapai Rp 267 miliar, naik 2 persen. Jumlah itu diperoleh dari 71 persen sumbangan perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities. Sedangkan peningkatan pendapatan perusahaan hanya tercatat 11 persen, tergerus kenaikan upah kerja.

Kinerja Total

Secara total, usaha (otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta teknologi Informasi), pendapatan bersih Grup Astra hanya naik 1 persen menjadi Rp 46,7 triliun dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih harus turun 7 persen menjadi Rp 4,3 triliun. Otomatis lama bersih per saham juga ikut turun 7 persen menjadi Rp 106 per lembar.

“Prospek ekonomi Indonesia tetap positif, meskipun dalam jangka pendek keuntungan Astra akan dipengaruhi oleh kenaikan biaya tenaga kerja, melemahnya harga komoditas, persaingan di industri otomotif serta dampak dari peraturan uang muka minimum pada pembiayaan otomotif syariah,” beber Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Grup Astra dalam keterangan resminya.
 


Editor : Bastian