Kamis, 30 Oktober 2014

Otomotif


Pengunjung GT Radial Speed Offroad 2013 Lampung Membeludak

Penulis: Yulvianus Harjono | Minggu, 07 April 2013 | 18:34 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : KOMPAS/Yulvianus Harjono

Mobil Pajero Sport Diesel yang dikendarai pereli Rifat Sungkar melintas di Sirkuit Spring Hill dalam ajang Kejurnas GT Radial Savero Komodo Speed Offroad 2013, Minggu (7/4/2013).

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Ribuan penonton dan ratusan peserta antusiasi mengikuti seri pertama Kejurnas GT Radial Savero Komodo Speed Offroad 2013 di Lampung, Minggu (7/4/2013).

Acara balap mobil offroad yang digelar sejak Sabtu (6/4/2013) di sirkuit khusus yang akan dijadikan lokasi perumahan Spring Hill ini diperkirakan dihadiri 12.000 penonton. Mereka tumpek blek memenuhi sirkuit tanah ini.

Associate Director Spring Hill Gede Widiade yang bertindak sebagai salah satu sponsor balapan ini mengatakan, tingginya animo penonton dan peserta dalam seri pembuka Kejurnas Speed Offroad ini di luar ekspetasi.

"Pesertanya sendiri mencapai 130 orang dan banyak nama besar (pebalap) turun, seperti Rifat Sungkar. Padahal, pihak penyelenggara sebelumnya menargetkan hanya 110 peserta. Begitu pun penonton, membeludak," ujar mantan CEO klub sepakbola Persebaya ini.

Dalam ajang kejuaraan offroad ini, pihaknya berharap tim balapnya, Springhill, mampu mengulang kesuksesan tahun lalu menjadi juara tim. Tim ini antara lain diperkuat pereli tangguh Rio Teguh yang tahun lalu menjadi juara umum.

Alfonsus Judiarto, penyelanggara kegiatan dari Ikatan Motor Indonesia, mengatakan, dalam seri kejuaraan di Lampung ini, penyelanggara menyediakan total hadiah Rp 500 juta untuk kelas free for all. Tahun ini pula penyelanggara memasukkan kelas tambahan, yaitu kelompok UTV. "Di luar negeri, kelas (UTV) ini ada jenjangnya karena itu tergolong special engine. Tahun ini, akan kita mulai," tuturnya.

Event balapan nasional ini disambut baik para penonton. Suharno (50), warga Kemiling antusiasi menonton balapan ini bersama keluarga dan rekan-rekannya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ini terkesima dengan kepiawaian pebalap dan kecepatan mobil-mobil mereka melibas trek tanah yang terdiri dari banyak tikungan dan "jumping" ini.

Dari sekian banyak peserta, pereli Rifat Sungkar adalah salah satu daya tarik utama balapan ini. Penonton menjadi gaduh dan riuh setiap kali mobil Pajero Sport yang dikendarainya memasuki trek. Bahkan, tidak sedikit penonton yang rela menunggu untuk sekedar berfoto bareng dengannya. Rifat Sungkar pun mengaku antusiasi untuk mengikuti event ini.

"Terakhir saya mengikuti offroad macam ini tahun 2002 lalu. Namun, sebetulnya, ini tidak terlalu berbeda dengan rally. Perbedaan mencolok hanya pada jarak lintasan yang lebih pendek dan mobilnya itu lho, mobil Pajero yang sehari-hari kita pakai. Ternyata, bisa juga untuk 'lari'," tukas Rifat kemudian.


Editor : Robert Adhi Ksp