Selasa, 2 September 2014

Otomotif


Toyota Agya dan Daihatsu Ayla Menunggu Presiden SBY

Kamis, 07 Maret 2013 | 08:15 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
Sumber : KompasOtomotif | Author : Zulkifli BJ

Toyota Agya dan Daihatsu Ayla diperkenalkan pada19 September tahun lalu oleh Menteri Perindustrian, Perdagangan, perwakilan Toyota dan Daihatsu Jepang, Presdir Astra Int'l, Daihatsu dan Toyota Indonesia

Jakarta, KompasOtomotif - Sudah 6 bulan lebih masyarakat Indonesia dengan sabar menunggu terbitnya regulasi mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) sejak pertama kali PT Astra International Tbk memperkenalkan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla,19 September 2012. Saat itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, mengatakan, proyek mobil murah di Tanah Air ibarat seorang ibu yang sedang hamil tua, tinggal menunggu hari-hari kelahiran.

“Kini sudah berada di Sekretariat Negara, menunggu ditandatangi ini oleh Presiden SBY,"cerita Amelia Tjandra.

Kenyataannya, sampai detik ini, regulasi tersebut tak kunjung lahir. Calon konsumen yang bergairah ingin memiliki Agya dan Ayla - rela membayar Rp 1 juta untuk “booking fee” tanpa kepastian - sebagian sudah habis kesabaran. Di antara mereka yang ada menerima pengembalian “booking fee” atau memilih mobil lain.

“Kita coba menawarkan Sirion. Ini pula yang menyebabkan penjualan Sirion naik pada akhir tahun lalu,” jelas Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai produsen Agya dan Ayla. Sementara itu, Toyota Astra Motor (TAM) yang berencana meluncurkan Agya lebih dulu dari Etios, harus mengubah rencana.  Etios harus diluncurkan pada 11 Maret ini.

Paling Cepat: Mei 2013

Lantas bagaimana kondisi LCGC tersebut? Sebagai produsen yang telah menguncurkan dana triliunan rupiah, Daihatsu dan Toyota terus mengawal perjalanan regulasi tersebut. Menurut Amelia Tjandra, Menteri Keuangan Agus Martowardojo sudah menandatangani regulasi tersebut pada 1 Maret lalu.

“Kini sudah berada di Sekretariat Negara, menunggu ditandatangi ini oleh Presiden SBY. Sekarang presiden sedang melakukan kunjungan ke Eropa. Jadi menunggu kembali,” ceritanya.  

Ditambahkan, kendati nanti presiden sudah menandatangani, mobil itu tidak bisa langsung diroduksi dan dijual. Masih ada tahapan yang harus dilakukan, yaitu audit atau verifikasi terhadap vendor yang benar-benar menjadi rekanan produsen mobil sebagai pemasok komponen. Untuk ini dibutuhkan waktu sekitar 5 – 7 minggu.

Terus kapan pastinya? “Mengingat sekarang minggu pertama Maret, presiden diperkirakan baru bisa menandatanganinya pada akhir bulan ini atau awal April. Nah, bila ditambah dengan waktu audit sebelun lebih, berarti baru bisa diproduksi Mei,” beber Amelia.

Nah, kalau diproduksi, apakah konsumen bisa mendapatkannya dengan cepat? Tahun lalu saja Toyota sudah menerima pesanan 12.000 unit. Begitu juga Daihatsu! Sementara itu, Daihatsu hanya bisa memproduksi Agya dan Ayla setiap bulan hanya 10.000 unit!

Editor : Zulkifli BJ