Sabtu, 25 Oktober 2014

Otomotif


Hati-Hati Terjang Banjir Buat Sepeda Motor Sport Injeksi

Penulis: Donny Apriliananda | Selasa, 22 Januari 2013 | 18:51 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : - | Author : donny apriliananda

    (Ilustrasi) sepeda motor sport berteknologi tinggi, sebisa mungkin jangan terabas banjir.

  • Sumber : - | Author : donny apriliananda

    Mesin Yamaha V-ixion, di beberapa sudutnya tersimpan sensor-sensor yang dialiri listrik oleh ECU. Hati-hari jika terjang banjir.

Jakarta, KompasOtomotif – Tongkrongan sepeda motor sport memang lebih tinggi ketimbang bebek, apalagi dengan skutik. Meski demikian, bukan berarti jenis ini bisa lebih gampang melewati banjir. Terlebih yang sudah dilengkapi dengan pengabutan bahan bakar injeksi, haruslah ekstra hati-hati agar sensor-sensor komputer tak bermasalah saat melibas banjir.

”Sepeda motor sport, apalagi yang sudah berteknologi injeksi dibikin bukan buat pandai berenang, tetapi untuk dinikmati performanya yang kencang. Kalau menemukan banjir, tips paling aman ya jangan diterjang,” begitu celetuk Brahmantio, Manajer Sportisi Motorsport yang berlokasi di Jl Tenggiri, Rawamangun, Jakarta Timur, hari ini (22/1) kepada KompasOtomotif.

Menurutnya, risiko sepeda motor berteknologi tinggi jika melibas banjir sangat rentan. Contoh gampangnya, sensor-sensor yang tersebar pada bagian mesin. Di Yamaha V-ixion misalnya, ada sensor tekanan oli, sensor gir, hingga sensor crank position yang letaknya rata-rata di seputaran mesin. Sensor-sensori inilah yang dialiri listrik dari ECU sepanjang mesin menyala.

”Pada umumnya pabrik sudah mendesain sensor-sensor itu terlindungi dari air. Tapi jika kita kena apesnya, dan sensor itu ternyata bermasalah ketika terendam, sudah pasti terjadi korsleting. Kalau sudah begini, harus didiagnosa ulang, sensor mana yang terjadi masalah dan harus diganti,” jelas pria yang akrab disapa Bram ini.

Mati di Tengah Banjir
Satu lagi, jika memang harus menerjang banjir, ada teknik khusus agar air tak masuk ruang bakar melalui knalpot. Tahan gas di posisi gigi satu supaya rpm tinggi dengan memainkan kopling. Kalau bisa jangan berhenti. ”Risikonya, kampas kopling kemungkinan besar kena dan habis. biayanya akan cukup murah jika dibandingkan mesin mati di tengah jalan dan terjadi water hammer,” terang Bram.

Jika kendaraan mati di tengah banjir, paling bijak adalah tidak menyalakannya kembali, karena dikhawatirkan air sudah masuk ruang bakar. Bawa ke bengkel terdekat, copot busi, dan lubangnya disemprot angin bertekanan tinggi dengan harapan air keluar semua sampai habis.

”Sambil diputar crank as pakai tangan, terus semprotkan angin, sampai gerakan piston lancar kembali. Kemudian oli dibuang, dan ganti dengan oli biasa untuk membilas. Putar pakai tangan selama 10-15 menit, lalu ganti oli lagi sekaligus filternya,” jelas Bram.

Yang juga penting adalah memperhatikan letak air intake. Pada sepeda motor sport injeksi biasanya terletak di tengah, atau di bawah jok. Kalau diperkirakan air tidak sampai posisi air intake, kemungkinan bisa melibas banjir. Tapi kalau sudah mencapai posisi itu, jangan sekali-kali menerjangnya.


Editor : Bastian