Senin, 15 September 2014

Otomotif


Gadis-gadis Manis Menjajakan Truk Besar

Penulis: Donny Apriliananda | Selasa, 25 September 2012 | 18:00 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : - | Author : donny apriliananda

    Tak hanya harus rela kepanasan, SPG truk di area outdoor IIMS 2012 wajib menguasai merek yang diwakilinya.

  • Sumber : - | Author : donny apriliananda

    Wajah-wajah manis ini senantiasa menyambut ramah pengunjung yagn mampir ke booth. Truk yang seram pun jadi "adem".

Jakarta, KompasOtomotif — Datang ke IIMS 2012, pengunjung tidak hanya disambut oleh berbagai produk, mulai dari mobil sport eksotis sampai truk raksasa dan kendaraan mikro untuk pedesaan, serta aksesori. Tak kalah menarik, wajah-wajah cantik berdiri seharian sambil menyapa pengunjung di mobil dan truk yang dipamerkan.

Kepanasan
Kali ini, kamera KompasOtomotif tertuju pada sales promotion girl (SPG) yang mengawal truk yang berada di area outdoor JIExpo. Karena berada di luar, mereka pun kepanasan. Kendati demikian, para gadis manis itu tetap bersemangat menyambut setiap tamu.

”Silakan, Mas! Ini buatan China tapi kualitas Eropa,” sapa salah seorang SPG truk FAW dengan baju merah berornamen kuning, yang tiba-tiba menyapa KompasOtomotif.

Kelie, gadis ramah itu, ternyata sudah memahami dengan baik produk yang dikawalnya. Sambil membawa payung, gadis 22 tahun itu menjelaskan truk FAW sambil sesekali mengelap keringat di pipinya.

”Namanya juga di luar, pasti panas. Tapi saya enjoy. Punya tantangan sendiri untuk truk,” beber Kelie yang dibayar Rp 500.000 per shift (enam jam).

Diisengi
Lain lagi cerita Devita, mahasiswi Bisnis Komunikasi Unika Atma Jaya yang sedang off-class dan nyambi jagain stan truk MAN. Karena area outdoor relatif tak banyak dikunjungi, ia mengaku sering digoda pengunjung iseng.

”Banyak yang genit. Nanyain pulang ke manalah, sama siapalah. Sudah biasa itu sih. Dibuat santai aja dan jangan di-jutekin. Soalnya kita kan bawa nama baik merek,” katanya.

Soal kostum, Devita merasa nyaman. Ternyata, bahan kain short dress one shoulder-nya mampu menyerap keringat dengan baik. ”Kalau enggak ingin hitam, ya pakai payung. Selama enggak ada yang nyolek aja,” guraunya.

Beda lagi dengan Sri Winingsih, 24 tahun. Ia menjadi SPG karena baru berhenti kerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan granit. ”Ya hasilnya sih sebenarnya lebih besar jadi SPG. Saya dibayar Rp 800.000 satu shift. Hasilnya, dikalikan saja berapa hari bertugas di IIMS,” cerita penjaga stan Hino itu.

Ingin tahu kecantikan gadis penjaga truk tersebut? Klik ajaGALERI FOTO ini!
 


Editor : Zulkifli BJ