Merasakan Kegesitan Mitsubishi Outlander Sport - Kompas.com

Merasakan Kegesitan Mitsubishi Outlander Sport

Kompas.com - 13/07/2012, 10:16 WIB
Zulkifli BJ Di jalan tol

Jakarta, KompasOtomotif – Mitsubishi memberikan kesempatan sebentar kepada wartawan untuk mencoba mengemudikan dan menjadi penumpang SUV kompak terbarunya yang dirakit yang di Indonesia, Outlander Sport. Dari Jakarta sampai Pusat Pelatihan Multifungsi Polri di Cikeas, Bogor, 60 km, wartawan harus menggemudikan bergantian tiga kali. Maklum, setiap mobil diisi tiga wartawan dan satu pendamping wanita.

Mitsubishi menggerahkan semua tipe Outlander yang dipasarkannya, yaitu PX (top), GKLS dan GLX (transmisi manual atau entry level). Kesan pertama, saat berada di jok pengemudi, terasa mewah karena jok berlapis kulit dan nyaman diduduki. Hanya untuk menyetel jok dan sandaran harus dilakukan secara manual. KompasOtomotif mendapat kesempatan mencoba GLS menggunakan transmisi otomatik.
 
Posisi duduk sembari memegang setir mantap dan menyenangkan. Pandangan ke depan terasa luas. Begitu tongkat transmisi berada di “D” dan gas ditekan, SUV berjalan lembut dan mulus. Ketika pedal gas ditekan lebih dalam, Outulander Sport berkurang mulus.Tidak dirasakan pergantian gigi seperti transmisi otomatik lain. Maklum, CVT  adalah transmisi “stepless”, pergantian gigi tidak langsung terjadi secara bertingkat, tetapi progresif. Hanya, terasa kurang agresif! Saat di jok belakang. Cukup lebar dan nyaman. Karena perjalanan jalan mulus, tidak sempat dirasakan bantingan ekstrim.
 
Bersama pereli
Berikut adalah menjadi penumpang depan, ketika Otulander Sport dikebut dan diajak bermanuver oleh Rifat Sungkar. Tipe yang digunakan untuk ini adalah Outlander dengan transmisi manual (GLX) Maklum, hanya tipe yang bisa diperlakukan seperti mobil reli, pedal gas dan rem bisa ditekan secara bersamaan.
 
Ditangan Rifat, Outlander Sport ini  diajak bermanuver dengan mudah, khususnya untuk berbelok melalui pengoperasian rem tangan sembari memutar setir (sliding). Di sini, tidak hanya kegesitan mesin, juga kemantapan kinerja rem dibuktikan. Maklum, saat berada di puncak tikunngan, mobil harus direm kaki, rem tangan. Selama itu, Rifat hanya menempatkan tongkat transmisi pada gigi 1 dan 2.
 
Karena yang mengemudikan adalah pereli, sebagai penumpang, tingkat keyakinan sangat tinggi saat Rifat melakukan manuver, khusus pada titik pada tikungan. “Kendati SUV, namun tetap bisa diajak bermanuver. Ini membuktikan Outlander ini terbukti lincah. Juga nyaman. Hanya tentu saja tidak seperti sedan,” jelas Rifat.
 
Setir ringan
Selanjutnya, wartawan diberi kesempatan mengemudikan langsung pada berbagai kondisi, termasuk simulasi atau off-road buatan. Antara lain, mengitari bundaran dengan diameter 6 meter, tikungan patah, ketinggian sisi  jalan yang tidak merata, naik- turun  jembatan sekliagus tanjakan dan turun (mengukur sudut datang dan pergi atau approach dan departure angle). Juga ada beberapa bagian permukaan jalan yang diberi pasir.
 
Hal yang sangat dirasakan, setir sangat ringan dan mudah dikendali (mengunakan power steering listrik). Hanya, pada tikungan patah, untuk kembali ke kondisi semula, pengemudi agak repot atau harus cepat memutar lebih banyak. Ya, Mitsubishi belum menggunakan variable steering ratio.
 
Untuk versi manual, tenaga terasa lebih mantap saat start pertama kali. Begitu juga pada gigi 3 dan 3. KompasOtomotif tidak sempat mencoba lebih lanjut, karena saat kembali ke Jakarta, wartawan naik bis.
 
Itulah kesan yang diperoleh dari tes singkat Outlander. Kualitas suara untuk audio tidak sempat dicoba. Sementara beberapa rekan lain menginformasikan, konsumsi bahan bakar berdasarkan pantauan komputer mobil (juga speedometer mobil) 13 liter/100 km atau 7,7  km/liter.  
 
KompasOtomotif sempat membahas kapasitas bagasi dengan rekan Gomgom dari Autocar. Menurutnya, bila penumpangnya penuh, koper berukuran besar agak susah dimuat (bila melakukan perjalanan selama dua minggu), di bagasi. Penyebabnya, struktur desain bagian belakang yang miring yang membatasi penumpukan koper berukuran besar.
 
Lainnya, dari belakang, SUV kompak ini yang gagah ini, mengingatkan kita kepada BMW X1.  

EditorAris F Harvenda
Komentar

Terkini Lainnya

Mitsubishi Masih Andalkan Xpander di Pameran Surabaya

Mitsubishi Masih Andalkan Xpander di Pameran Surabaya

News
Menegangkan, Detik-detik Mobil Tertabrak Kereta (Video)

Menegangkan, Detik-detik Mobil Tertabrak Kereta (Video)

Feature
50 Diler Wuling Terlambat Beroperasi

50 Diler Wuling Terlambat Beroperasi

News
Biaya 'Top-up' Uang Elektronik Gratis?

Biaya "Top-up" Uang Elektronik Gratis?

News
Pasar Sepeda Motor Sport Terkoreksi Sampai Akhir 2017

Pasar Sepeda Motor Sport Terkoreksi Sampai Akhir 2017

News
Sambut Keluarga Baru Volvo, XC40

Sambut Keluarga Baru Volvo, XC40

Produk
Toyota Berikan Sentuhan Crossover pada Etios

Toyota Berikan Sentuhan Crossover pada Etios

Produk
Semangat IIMS 2018 dengan Wajah, Logo, dan Slogan Baru

Semangat IIMS 2018 dengan Wajah, Logo, dan Slogan Baru

News
Bosch Ubah Ponsel Jadi Kunci Mobil

Bosch Ubah Ponsel Jadi Kunci Mobil

Teknologi
Andai Loyo di Dalam Negeri, Yamaha Bisa Ekspor

Andai Loyo di Dalam Negeri, Yamaha Bisa Ekspor

News
Kecelakaan Karena “Ngantuk”, Ditanggung Asuransi?

Kecelakaan Karena “Ngantuk”, Ditanggung Asuransi?

News
Yamaha Izinkan Rossi Balap di Aragon

Yamaha Izinkan Rossi Balap di Aragon

Sport
Taktik Wuling Goda 'Arek-arek Suroboyo'

Taktik Wuling Goda "Arek-arek Suroboyo"

News
Fuso Kembali Rangkul Pelaku Usaha

Fuso Kembali Rangkul Pelaku Usaha

Niaga
Rossi Siap Berlaga di Aragon

Rossi Siap Berlaga di Aragon

Sport
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM