Sabtu, 1 November 2014

Otomotif


All New Ford Ranger

Menguji Ketrampilan di Medan Off-road

Penulis: Aris F.Harvenda | Senin, 18 Juni 2012 | 10:29 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Menaiki jalan terjal yang menanjak

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Yakin menyusuri jalan offroad

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Ranger jadi salah satu model dari 8 produk yang disiapkan untuk ASEAN.

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Posisi mengemudi mantap

Medan, KompasOtomotif - Ford Motor Indonesia (FMI) menyediakan 9 unit Ranger Baru terdiri dari dua unit model XLT High(H)  dan 7 unit XLT Medium (M) untuk dijajal oleh beberapa media yang dikemas dalam acara "Media Ride & Drive", jelang akhir pekan lalu. Rute untuk membuktikan kehebatan dan ketangguhan pikap kabin ganda andalan Ford itu  dipilih medan off-road berjarak 6 km melewati Panen dengan memutar dari Sibolangit ke Sibiru-biru, Deli Tua sebelum masuk Medan. 

Ketika mulai masuk jalanan off-road, rombongan langsung dihadang trek bebatuan. Ternyata area yang diterobos termasuk wilayah pelestarian hutan di Sumatera Utara. Batu-batu yang menonjol bukan halangan lantaran ground clearance (jarak body terendah dari permukaan jalan) masih jauh, jadi tak perlu khawatir. Meski ayunan suspensi terasa kurang empuk, sekalipun  sudah diisi 4 orang dewasa, tapi olengan bodinya sangat kecil (rigid). Bahkan menerabas jalan bertanah, beberapa tikungan dapat dilibas dengan stabilatas yang baik, kendati bagian belakang agar bergeser, tapi masih dalam kontrol yang baik.

Model tombol

Setelah melewati perkampungan kecil yang dihuni sekitar 15 rumah, jalan mulai menyempit dan Ford Ranger  baru dihadapkan dengan jembatan tua. Menurut instruktur dari Ford, jembatan tersebut masih layak dilewati, meski pas untuk satu mobil dan berhasil dilalui. Tak jauh dari situ ada lintasan berlumpur dan disarankan oleh  Instruktur untuk menggunakan 4L dengan menggunakan persneling 2 tanpa harus digas dan biarkan jalan sendiri untuk menghindari hilangnya daya cengkram ban. Maklum ban yang membungkus keempat pelek menggunakan tipe segala kondisi (all terrain).

Ada dua rekan media gagal menerjang lumpur dan harus ditarik. Kesalahannya, tenaga mesin yangh 150 PS (XLT-H ) dan 120PS (XLT-M) dibejek berlebihan. Akibatnya, ban berputar keras dan tidak menapak ke permukaan jalan yang basah.

Untuk memindahkan sistem gerak roda pada Ford Ranger ini berupa model tombol (bukan pakai tongkat) yang terletak di konsol tengah. Bila ingin mengaktifkan ke 4L mobil harus dalam keadaan berhenti. Bila sudah aktif, indikator tulisan 4L di panel dasbor harus menyala dan jika kedap-kedip coba masukkan ke gigi mundur dan jalankan. Lain halnya ketika dari 2H ke 4H bisa diaktifkan saat jalan selama di bawah 100 kpj dan tidak membutuhkan cara-cara spesifik.

Lolos dari kubungan lumpur,  jalan 750 meter rintangan berikut melintasi sungai. Kendati tak begitu dalam (30 cm) namun banyak batu besar di tengahnya. Ditambah lagi di ujung ada jalan memutar dan menanjak sekitar 30 derajat yang memiliki ruang cukup sempit. Setelah nyemplung ternyata tidak begitu rumit untuk melaluinya. Hanya saat memutar dibutuhkan 2 langkah, maklum dimensinya cukup panjang. Ketika menanjak pengemudi diminta tetap memperhatikan arah mobil, karena bebatuan yang dilintasi cukup licin. Permainan gas dan setir yang presisi amat diperlukan untuk tetap berada di jalur.

Tak kalah seru adalah menuruni jalan dengan kemiringan 45 derajat dan lintasan yang terbilang rusak. Untuk mencegah menggelinding dengan liar namun tetap bergulir cukup menggunakan gigi 1 dengan mode 4L. Setelah menempuh jarak 6 km akhirnya rombongan mulai memasuki perkampungan. Jalan yang tersaji pun sudah tergolong ringan bahkan bisa dilalui hanya menggunakan 2H.


Editor : Bastian