Jumat, 31 Oktober 2014

Otomotif


"Menggaruk" Trek Off-road dengan Pajero Sport Dakar 4x4

Penulis: Aris F. Harvenda | Senin, 05 Maret 2012 | 16:27 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Salah satu aksi Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x4 di lintasan offroad

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Saat melintasi kubangan

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Sudut datang dan pergi cukup baik sehingga tak mudah mentol permukaan

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Menaklukan tikungan karakter cepat

Medan, KompasOtomotif - Pada acara Family Gathering yang dihelat Mitsubishi Indonesia di Medan, Sumatera Utara, 3-4 Maret 2012, KompasOtomotif mendapat kesempatan menjajal Mitsubishi Pajero Dakar Reloaded 4x4 di habitat sesungguhnya, lintasan off-road. Sebelumnya, beberapa media diajak pelesir dulu ke Brastagi dan kemudian balik ke kota menuju Cemara yang terletak di pinggiran kota Medan untuk mencoba sistem 4x4.

Kerena treknya berupa lintasan reli yang datar, untuk Pajero Dakar tak perlu memanfaatkan gerak keempat roda (4WD). Di sini, KompasOtomotif sengaja menggunakan 4x2 dan 4x4 pun yang ringan "H" (High)  untuk mengetahui perbedaan, baik akselerasi maupun manuver di tikungan. Untuk perpindahan sistem penggerak roda (dari dua roda ke empat roda dan sebaliknya) masih mengandalkan tuas yang terdapat di sebelah tuas persneling otomatis. Ketika pindah pun, posisi mobil tidak perlu berhenti, tapi dengan kecepatan di bawah 60 kpj.

Saat menerjang trek reli berjarak tidak lebih 2 km, kedua sistem penggerak roda coba dipergunakan untuk merasakan performa dari mesin 2.5 liter 4 silinder segaris DOHC yang dilengkapi teknologi VGT. Ketika mengandalkan 4x2, tenaga Dakar yang 178PS begitu gahar menggaruk tanah. Saking besarnya, mobil oversteer (bagian belakang seperti ingin menyusul depan) sangat terasa kala bermanuver di tikungan cepat. Namun gejala tersebut lenyap ketika menggunakan 4x4.

Usai melibas lintasan reli, Pajero Sport Dakar diajak ke trek off-road yang lokasinya masih di Cemara. Rintangannya cukup lengkap, mulai tanjakan 30 derajat berumput, gundukan terjal dengan ketinggian sekitar satu meteran dan di depannya ada kubangan air, lalu disambut dengan tanah gembur dan basah. Sekalipun medan lumayan berat bukan halangan buat Dakar, kendati ban yang dipakai jenis All Terrain (AT). Berkat pakai 4WD varian terendahnya 4L - yang pengoperasiannya mobil harus berhenti dan transmisi netral - semua rintangan dilibas.

Di sini, KompasOtomotif tidak memanakai mode 4L ketika melintasi trek berjarak tidak sampai satu kilometere. Pada bagian tertentu, seperti tanah gembur dan basah, cukup dengan 4H. Daya cengkram (traksi) masih baik meski sedikit meliuk di bagian yang gembur dan basah. Kubangan lumpur sedalam 30 cm juga masih bisa dilahap dengan mode 4H. Mungkin akan lebih mantap jika ban menggunakan tipe Mud Terrain (MT) untuk mendapatkan cengkaraman yang lebih optimal. Bukaan gas juga harus diatur untuk menghindari liukan bodi akibat hilangnya traksi pada salah satu ban.

Saat memanjat gundukan terjal, bemper depan lolos dengan mulus tanpa tergerus permukaan. Percobaan pertama memakai mode 4H, namun mobil menjadi liar, baik depan maupun belakang karena kehilangan traksi dan menimbulkan over spin. Agar lebih aman posisi penggerak diubah ke 4L. Dengan bukaan gas tidak terlalu besar mobil bisa menanjak dengan baik meski masih diwarnai gejala kehilangan traksi dalam skala tidak terlalu besar.

Jadi, secara garis besar kemampuan penggerak empat roda yang dimiliki Dakar cukup mumpuni selama ditunjang dengan ban yang sesuai. Baik tinggi maupun sudut datang dan pergi sudah memadai untuk melahap trek off-road ringan.


Editor : Bastian