Kamis, 17 April 2014

Otomotif


Speedy Adakan Sekolah "Drifting"

Penulis: Aris F. Harvenda | Senin, 27 Februari 2012 | 07:47 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Rifat melakukan aksi driftnya di sesi latihan kedua

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Rifat sedang memperlihatkan rapor ditemani Luky Taryanto

Jakarta, KompasOtomotif - Untuk mensukseskan olahraga otomotif Tanah Air khususnya drift, Speedy Drift Team mengadakan School of Drift, kemarin  (26/2/2012) di parkir barat JIExpo, Kemayoran, Jakarta dengan  'Kepala Sekolah'nya, Rifat Sungkar. Event ini disponsori oleh Telkom Speedy dan memberikan pelajaran singkat teori dan praktek dasar kepada muka-muka baru.

"Kami ingin memberikan sarana aktifitas yang positif bagi anak muda dan mendorong mereka bisa berprestasi," harap Luky Taryanto, Officer Marketing Telkom Speedy.

Kali ini, event  diikuti oleh 40 peserta terdiri dari 27 amatir dan 13 pro dengan membawa mobil sesuai dengan spesifikasi drift  dan uang pendaftaran Rp 250 ribu. Peserta  diberikan pengarahan dasar cara drifting yang benar.

"Untuk peserta amatir, kelas teori dimulai dari pagi hari dan khusus  bagi mereka yang baru. Tujuannya mempersiapkan mental terlebih dahulu biar tidak minder. Baru pada siang hari mereka bergabung dengan mereka yang  sudah pengalaman (pro)," jelas  Rifat. Setelah mendapat wejangan, peserta melakukan beberapa beragam latihan dasar di lintasan berbentuk donat, angka 8 dan tikungan cepat. Pada sesi kedua setelah makan siang, pemula dan pro digabung menjajal trek mini drifting satu persatu.

Dari semua rangkaian latihan yang diberikan, Rifat memberikan rapor layaknya sekolah di akhir acara. Dijelaskan, rapor tersebut rangkuman nilai hasil latihan antara lain cara menikung, menambah kecepatan, melakukan pengereman, pindah gigi dan tak kalah penting  adalah sikap dan mental  peserta.  

Saringan
"Buat saya event ini sangat penting untuk menjaring pendatang baru yang akan melangkah ke olahraga drifting. Tahun lalu saya terpaksa belajar sendiri untuk bisa drift dan sering tanya sana-sini. Dengan adanya sekolah ini, buat yang baru belajar  bisa memperbanyak  latihan dan jam terbang," jelas Mico, pelajar SMP Harapan Ibu, Jakarta Selatan dengan menggunakan Nissan Sylvia. .

Rencananya, event ini terus diselenggarakan mengingat minat dan perkembangan drifting di Indonesia semakin sering. "Kami akan berusaha menggelar event ini. Jika hasilnya baik bagi perusahaan kami,  event ini bakaln  menjadi program reguler dan dihelat beberapa kali setiap tahunnya," tutup Luky.


Editor : Zulkifli BJ