Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

DP Naik Ancam Pasar Sepeda Motor

Agung Kurniawan | Bastian | Rabu, 22 Februari 2012 | 17:19 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
Sumber : - | Author : Muradi/Kontan

Pasar sepeda motor menurun kuartal I/2012.

Jakarta, KompasOtomotif — Tahun ini, pasar sepeda motor Indonesia diprediksi tetap tumbuh positif, meski melambat karena terganggu sejumlah kebijakan yang disiapkan pemerintah pusat dan daerah. Salah satu yang terberat, rencana kenaikan uang pangkal (down payment atau DP) yang tengah digodok Bank Indonesia (BI) untuk kredit kendaraan bermotor. Demikian prediksi para pebisnis sepeda motor nasional.

"Rencana penetapan DP jadi 30 persen untuk kredit oleh BI sangat memukul pasar sepeda motor nasional," ujar Dyonisius Beti, Executive Vice President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), kepada KompasOtomotif, Selasa (21/2/2012).

Pasalnya, hampir 80 persen pembelian sepeda motor melalui skema kredit. Selain itu, banyak dealer menjajakan berbagai promo dengan uang pangkal murah. Hanya bermodal Rp 500.000, fotokopi KTP dan kartu keluarga, konsumen sudah bisa membawa pulang sepeda motor. Nanti, sampai DP naik jadi 30 persen dari harga, berarti konsumen harus punya uang minimal Rp 3,3 juta (bila harga motor Rp 11 juta per unit) untuk kredit motor.

Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor Johannes Loman menambahkan, selama pemerintah belum bisa menyediakan sarana transportasi yang punya nilai ekonomis seperti sepeda motor, pasar roda dua tetap tumbuh. "Masalah lain, bila kemacetan yang terjadi di kota-kota besar tak teratasi, sepeda motor tetap jadi idola," ujar Loman.

Merujuk ke data penjualan sepeda motor, sepanjang 2011, pasar nasional ditutup 8,04 juta unit, naik 8,7 persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Jakarta masih teratas dengan merebut 14,18 persen menjadi 1,14 juta unit. Peringkat kedua ada Jawa Barat, menempel ketat dengan 14,13 persen, dilanjutkan Jawa Timur (12,56 persen), Jawa Tengah (7,92 persen), Sumatera Utara (7,48 persen), Sumatera Selatan (5,1 persen), Sumatera Barat (5,03 persen), Sulawesi Selatan (4,7 persen), Kalimantan Timur (3,97 persen), dan Bali (3,58 persen). Tahun ini, total pasar diprediksi naik 5 persen menjadi 8,5 juta unit.

Mulai jenuh

Pasar sepeda motor Indonesia diperkirakan mulai mendekati titik jenuh ketika menyentuh pasar 10 juta unit per tahun. Loman melanjutkan, jenuhnya pasar tergantung dari perbandingan jumlah penduduk dengan penjualan sepeda motor di Indonesia.

"Saat ini, satu sepeda motor masih digunakan lima orang. Pasar akan jenuh kalau perbandingannya sudah dua orang untuk satu sepeda motor. Jadi, masih jauh," ungkap Loman.
 

Tabel Pertumbuhan Distribusi Sepeda Motor di Wilayah

Wil/Area
Tahun
2011/Unit
Growth
D K I Jakarta
 1.140.969
14,18%
Jawa Barat
 1.136.616
14,13%
Jawa Timur
 1.010.275
12,56%
Jawa Tengah
     637.412
7,48%
Sumatera Utara
     601.969
7,48%
Sumatera Selatan
     410.501
5,10%
Sumatera Barat
     404.991
5,03%
Sulawesi Selatan
     378.199
4,70%
Kalimantan Timur
     319.291
3,97%
Bali
     288.356
3,58%
Government
         4.459
0,06%
Export
       30.995
0,39%
 

Sumber: AISI

SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved