Jumat, 25 Juli 2014

Otomotif


Sistem Pengisian Baterai Mobil Listrik Sembari "Ngacir"

Senin, 20 Februari 2012 | 18:04 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : Stanford University | Author : -

    Konsep pengisian nirkabel baterai mobil listrik yang dikembangkan Universitas Stanford

  • Sumber : Stanford University | Author : -

    Xiaofang Yu, seorang anggota tim riset sistem pengisian nirkabel yang dikembangkan oleh Universitas Stanford

Stanford, KompasOtomotif – Problem terbesar mobil listrik sampai saat ini adalah jarak tempuhnya yang sangat terbatas. Sekali isi baterai hanya bisa untuk menempuh jarak terjauh 160 km. Masalah lain, waktu pengisian yang juga lebih lama dibandingkan dengan mengisi bensin, diesel atau gas. Di samping, infrastruktur atau stasiun pengisiannya masih langkah.

Di Amerika Serikat, saat ini baru ada 5.500 stasiun pengisian baterai dan akan menjadi lima kali lipat pada akhir tahun ini. Kebanyakan stasiun pengisian yang ada sekarang juga dinilai kurang praktis bagi pemilik mobil listrik. Bahkan tempat pengisian cepat dengan arus DC masih sangat langkah. Waktu pengisian 80-100 persen baterai paling tidak membutuhkan waktu setengah jam. Untuk mereka yang melakukan perjalanan jauh bersama keluarga, kondisi sepergti ini tentun saja tidak praktis.

10 kW
Sebenarnya sistem pengisin mobil listrik nirkabel sudah banyak digagas bahkan sudah ada yang menggunakannya. Namun harus dilakukan pada suatu tempat atau sistem hanya memudahkan pemilik mobil tidak harus mencolokkan stop kontak mobil ke rumah atau tempat pengisian.
 
Versi terbaru yang dikembangkan oleh Universitas Stanford adalah pengisian nirkabel  ketika sedang melaju. Hal ini juga bukan hal yang baru. Di Korea Selatan konsep sudah dicoba. Kendati demikian para periset Universitas Stanford yakin, pengisian nirkabel yang mereka kembangkan akan menjadi kunci masa depan mobil listrik.
 
Para ahli di Stanford mengatakankan, sistem pengisian yang mereka kembangkan bekerja dengan tenaga lebih besar. Sistem resonansi yang dikembangkan bisa mengirimkan  10 kW tenaga listrik dari sumber dan koil penerima pada mobil yang sedang jalan.
 
Dikatakan bahwa koil pada sumber listrik yang dipasang dengan posisi  90 derajat membengkok di atas pelat logam, dapat memindahkan tenaga 10 kW kepada koil yang sama di kendaraan dalam jarak 2 meter. Efisiensinya juga diklaim 97 persen, jauh lebih tinggi dari sistem pengisian nirkabel lain yang sudah dikembangkan saat ini. Bahkan, bila rancangannya diperbaiki lagi, efisiensi pengisian Stanford ini semakin efisien lagi.
 
Para ahli dari perguruan tinggi ternama tersebut saat ini masih melakukan simulasi pada komputer. Para periset telah mematenkan sistem dan rencana selanjutnya tes di laboratorium dan di jalan (kondisi sesungguhnya).
 
Masih Simulasi
Pada simulasi, diperlihatkan, sistem terdiri dari sederetan koil pengisi listrik yang menyatu pada aspal di permukaan jalan. Nah, koil inilah yang mengisi baterai mobil selama melaju di atasnya.
 
Richard Sassooon, Managing Director dari Stanford Global Climate dan Energy Project (GCEP) ke Stanford Report menjelaskan, “Aspek yang sangat menarik dari konsep inil, Anda bisa mengemudikan mobil tanpa batas jarak tempuh dan tidak perlu mengisi ulang. Punya energi secukupnya di baterai di akhir perjalanan, setelah itu bisa melanjutkan kembali.”
 
Dijelaskan pula, sistem magnetik jalan ini tidak hanya membantu jarak tempuh, juga dapat memecahkan masalah secara virtual. Jika suatu hari teknologi ini diimplementasikan pada jalan antar negara dan sebagian besar jalan tol, akan membuat mobil listrik bisa untuk menempuh perjalanan lebih jauh bakan lebih lancar ketimbang mobil bensin.

Saat ini, tim riset Stanford berkolaborasi dengan departemen rekayasa untuk mengetahui kerumitan dan masalah lain dalam merancang jalan dan  pemasangan koil ini. Di samping itu, juga dipastikan, sistem magnetik ini aman terhadap lingkungan sekitarnya dan tidak akan menimbulkann radiasi terhadap manusia atau interferensi elektromagentik yang dapat mengganggu peralatan eletronik di mobil.

Sumber: Stanford Report

Editor : Zulkifli BJ