Sejenak Merasakan KTM Paris
-

Sumber : KompasOtomotif | Author : Jeremia Pattihahuan
Test ride APP KTM PARIS
-

Sumber : KompasOtomotif | Author : Jeremia Pattihahuan
Manuver APP KTM PARIS
-

Sumber : KompasOtomotif | Author : Jeremia Pattihahuan
Akselerasi APP KTM PARIS
Jakarta, KompasOtomotif - Setelah peluncuran, skutik Paris, PT Asean Motor International (AMI) langsung memberi kesempatan kepada wartawan untuk mencobanya. Tes dilakukan di pelantaran parkir Planet Hollywood, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Tidak banyak yang bisa dieksploitasi karena area tes yang sangat terbatas.
KompasOtomotif membandingkan dengan skutik yang dikendarai sehari-hari, yaitu Yamaha Mio 2009. Inilah kesannya!
Saat duduk jok, terasa nyaman dan empuk. Ukuran jok terasa pas atau tidak terlalu besar. Posisi lutut terhadap penutup depan (kap) skutik ini cukup alias tidak mentok. Sama seperti skutik lainnya.
Tombol-tombol, seperti starter, klakson, lampu utama dan sein, dapat dijangkau mudah dengan posisi duduk normal. Ukuran kaca spion cukup besar dan mudah memantau obyek yang ada di belakang.
Untuk menghidupkan mesin, harus dimulai dengan menarik tuas rem. Setelah tombol ditekan, mesin hidup dengan suara yang cukup halus.Hanya saat mulai dijalankan atau grip gas diputar, tariakan awal terasa agak berat dan lamban.
Dengan postur yang ramping dann ringan, Paris mudah diajak bermanuver, bisa melakukan zig-zag dengan baik. Handling juga gampang!
Untuk suspensi, terasa agak keras. Sedangkan kinerja rem - cakram di depan dan teromol di belakang - saat dicoba cukup meyakinkan.
Perlengkapan lain dari paris adalah standar samping otomatis. Ketika standar samping diturunkan, mesin langsung mati. Sementara itu, klaim dari AMI, konsumsi bensin skutik ini 35 km per liter.
Ini hanya kesan sementara. Sedangkan untuk mengetahui daya tahan dan kemungkinan lain, diperlukan tes lebih lama lagi lama pada berbagai kondisi dan medan yang dilalui!
PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





