Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |    Register   |  

Scania Ciptakan Sistem Prediksi Aktif Topografi

| Zulkifli BJ | Rabu, 21 Desember 2011 | 13:31 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Scania AB

    Sistem Prediksi Aktif yang dikembangkan Scania untuk truk besar

  • Sumber : - | Author : Scania AB

    Informasi sistem ditampilkan pada layar khusus di panel instrumen

  • Sumber : - | Author : Scania AB

    Sistem ditujukan untuk kondisi jalan yang banyak tanjakan dan turunan (di pegunungan)

  • Sumber : - | Author : Scania AB

    dari kika: sinyal GPS atau data topografi diperoleh, tengah sinyal GPS hilang dan kanan sistem mengatur kecepatan secara otomatis (huruf E hijau)

SÖDERTÄLJE, KOMPAS.com – Saat ini hampir seluruh produsen otomotif di dunia berusaha membuat kendaraan yang makin efisien dan ramah lingkungan. Berbagai cara dilakukan, antara lain, memperkecil kapasitas mesin, memasang turbo atau superchager, mendaur ulang energi rem, menurunkan bobot dan menggunakan motor listrik.

Namum bagaimana dengan truk besar yang harus membawa muatan banyak dan menempuh jarak jauh plus kondisi medan yang sangat beragam? Misalnya, banyak tikungan tajam, tanjakan dan turunan  yang berulang-ulang (bergelombang). Kondisinya tentu akan makin merepotkan, bila sang pengemudi belum kenal betul dengan medan yang akan dilalui.   

GPS dan Kontrol Jelajah
Kondisi tersebutlah yang dimanfaatkan Scania, produsen truk dan bus terkenal dari Swedia (kini menjadi bagian dari Volkswagen Group) menawarkan sistem yang disebutnya "Prediksi Aktif" (Active Prediction).
Sistem bekerja dengan menggunakan GPS dan kontrol jelajah (cruise control).

Dengan kedua sistem itu, kendaraan bisa memprediksi kondisi medan yang akan dilalui berdasarkan topografi. Selanjutnya, sistem akan mengatur kecepatan kendaraan dan putaran mesin sesuai dengan kondisi jalan.

Misalnya, di turunan,  sistem  akan mengurangi putaran mesin untuk memperlambat lanjut kendaraan. Hal yang sama juga terjadi ketika menanjak, putaran mesin akan dinaik  secara otomatis untuk menambah tenaga.

Dijelaskan, sistem tersebut sangat menguntungkan pada jalan bergelombang. Pasalnya,  putaran mesin naik atau turun pada waktu yang pas. Dengan ini pula, konsumsi bahan bakar bisa ditekan, lebih irit 3 persen dibandingkan dengan sistem curise control biasa atau reguler.  

Karena digunakan pada truk bertonase besar, Scania telah menghitung penghematan dan pengurangan  emisi CO2 selama setahun bila sistem tersebut digunakan. Untuk traktor  trailer dengan bobot 40 ton, setahun harus menempuh jarak 180.000 km, akan menghemat biaya operasional 2.200 euro (Rp 26 juta) dari bahan bakar saja. Sedangkan emisi karbondioksida (CO2), berkurang 4.000 ton.  

Dijelaskan pula, Scania berencana melengkapi sistem Prediksi Aktif tahun depan pada truk yang dipasarkannya. Ditambahkan, sistem diaktifkan melalui tombol yang berada di setir dan aktif pada kecepatan di atas 60 kpj.  

Bila jalan yang dilalui tidak ada ada data topografinya atau sinyal GPS menghilang,  sistem akan kembali ke fungsi kontrol jelajah normal!


SPBU
Lokasi
  + index
Bengkel
Lokasi
  + index

© 2008 - 2012 KOMPAS.COM - All Rights Reserved