Rabu, 1 Oktober 2014

Otomotif


Kawasaki Ninja 250R Corak Balap

Penulis: Aris F. Harvenda | Jumat, 18 November 2011 | 17:11 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

    Penggunaan stiker gaya motor balap yang kreatif tanpa mencontek yang ada.

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

    Penguatan kaki-kaki menjadikan tampilan lebih kokoh

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurang puas pada tampilan bawaan pabrik membuat tangan Wibowo gatal untuk segera mengubah Kawasaki Ninja 250R miliknya. Pria yang tinggal di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang sangat menggandrungi hobi balap ini otomatis memengaruhi acuan gaya modifikasinya.

"Sebenarnya saya suka motor dengan tampilan besar dan gagah serta menampilkan corak yang sporty. Kira-kira seperti gaya motor balap MotoGP atau Superbike," papar Bowo, panggilan akrabnya. Meski demikian, ia tak langsung menjiplak murni tampilan motor balap yang ada, melainkan menciptakan sendiri sesuai imajinasi kesukaannya.

Aldi dipercaya mengaplikasikan cutting sticker di motornya sesuai dengan keinginan. Logo Givi pada fairing bukan karena disponsori produsen boks sepeda motor di Indonesia itu, melainkan kesenangannya pada produk-produk penunjang lain dari produk asal Italia.

Untuk menghadirkan kesan kokoh, komponen bawaan pabrik tak semerta-merta langsung diganti dan hanya dilakukan pada sektor kaki. Seperti velg standar ditukar ukuran lebih besar menggunakan produk V-Rosi dengan lebar 3 inci depan dan 4,5 inci belakang. Sementara lebar karet bundar disesuaikan dengan ukuran arm belakang agar tak mentok di sisi bagian dalamnya.

Beberapa aksesori pendukung ikut menghias tampilan seperti tutup tabung sokbreker depan DBS, spakbor depan ZX600, lampu HID, windshield, undertail, underclow, dan pijakan kaki NUI. Agar lebih sporty, sektor pengendali ikut dimodifikasi seperti stang clip-on serta jalu merek KTC, stabilizer stang, dan segitiga NUI.

Sistem pengereman juga turut disempurnakan agar lebih pakem dengan master rem depan Brembo dan selang rem depan-belakang TDR. Sementara kopling menggunakan sistem hidrolik KTC agar lebih empuk dan responsif saat ganti gigi.

Mesin sepertinya masih belum terlalu diperhatikan Bowo karena pemuda subur ini hanya mengganti knalpot R9 Motegi dan melakukan seting jet karburator saja. "Sektor mesin jadi proyek ke depannya," ujar Bowo yang sudah menghabiskan dana Rp 20 juta lebih untuk modifikasi. Waktu yang dihabiskan untuk "meracik" tampilan ini pun cukup lama, sekitar 6 bulan. "Yah saya modifnya santai tapi kontinu, setiap bulan pasti ada yang diganti," ujar Bowo.

 


Editor : Bastian