Sabtu, 23 Agustus 2014

Otomotif


Oh, Nasibmu "Sapu Angin 4"

Penulis: | Selasa, 11 Oktober 2011 | 11:50 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Sapu Angin 4 ITS, pemenang pertama kategori UrbanConcept dan Alternative Diesel Award pada Shell Eco-Marathon di Sirkuit Sepang, Juli 2011

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Sapu Angin 4 ITS saat mengikuti lomba di Sirkuit, Sepang, Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com - "Sapu Angin 4", mobil eksperimen dari tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, yang Juli lalu telah mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang "Shell Eco-Marathon" (SEM) Asia di sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, nasibnya sungguh menyedihkan. Seharusnya, kedatangannya ke Tanah Air disambut bagaikan pahlawan, namun sampai kini ia masih ditahan pihak kantor Bea Cukai Jakarta.

Alasan penahanan karena Sapu Angin 4 digolongkan sebagai barang komersial. "Aneh sekali, mobil untuk lomba mahasiswa dianggap barang komersial,” ujar Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Triyogi Yuwono di Jakarta, kemarin (10/10).

Dalam siaran persnya, Triyogi mengatakan semestinya mobil untuk keperluan lomba yang membawa nama negara, apalagi yang sifatnya mobil untuk penelitian, dibebaskan dari bea impor. Dia berharap, Bea Cukai turut berpartisipasi dalam menghargai hasil karya anak bangsa, yang berhasil mengibarkan Merah Putih di dunia Internasional.

Kasus penahanan seperti ini bukan yang pertama dialami tim Sapu Angin. Hal serupa pernah dialami tahun lalu ketika mereka berhasil menyabet juara pertama Asia dengan mobil Sapu Angin 2. Saat itu, pihak Bea Cukai meminta tebusan Rp40 juta. Padahal, tim telah mengeluarkan dana Rp100 juta untuk biaya kirim dan pulang mobil.

Ketua Tim Sapu Angin ITS, Eko Hardianto minta kerja sama yang baik dari pihak Bea Cukai untuk melepas Sapu Angin 4. Karena, mereka beberapa kali mendapat undangan pameran. Suatu kesempatan untuk menunjukkan karya anak bangsa.

“Jika Bea Cukai tak kunjung melepas, maka akan menyulitkan mahasiswa kami untuk melakukan persiapan menghadapi kejuaraan tahun depan,” ujar Triyogi. Setidaknya, Maret mendatang, mobil versi terbaru harus sudah siap. Versi terbaru tentu saja akan dibuat berdasarkan prototipe mobil yang kini masih ditahan Bea Cukai. Karena itu, Triyogi sangat berharap, Bea Cukai bisa membantu mempercepat keluarnya mobil Sapu Angin. (Timur Arif Riyadi)


Editor : Bastian