Minggu, 20 April 2014

Otomotif


Kontes Modifikasi di Medan Terkendala Sarana

Penulis: Aris F. Harvenda | Senin, 03 Oktober 2011 | 15:40 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

  • Sumber : - | Author : Kompas.com/AFH

MEDAN, KOMPAS.com - Kontes modifikasi "Djarum Black Auto Black Through" (DBABT) yang berlangsung di Griya Dome, Medan (Sumatera Utara), 1-2 Oktober kemarin menciptakan atmosfer kompetisi cukup tinggi. Animo peserta dan pengunjung tak surut meski sempat diguyur hujan. Termasuk beberapa event penunjang tetap digelar meski mengalami penyesuaian jadwal.

Gelaran yang keenam di Medan ini diikuti  46 mobil dari 50 yang terdaftar, empat peserta didiskualifikasi akibat terlambat masuk area pameran yang sudah ditentukan panitia. Pada event DBABT kali ini, panitia penyelenggara mengetatkan peraturan sebagai usaha mendisplinkan peserta yang kerap molor saat loading di lokasi.

Sebetulnya, jumlah partisipan  bisa melampaui 50 kendaraan, namun kapasitas ruang yang tak terlalu besar menyebabkan panitia untuk membatasinya. Tidak semua modifikator bisa ikut serta karena sistem pendaftaran yang dianut 'siapa cepat dia dapat'. Selain tempat untuk peserta modifikasi, panitia harus membagi beberapa lokasi untuk panggung hiburan dan kontes pendukung.

Jadi, dalam DBABT juga ditampilkan kontes audio, dyno test dan game online yang tak kalah ramai dengan event utamanya. Pengaturan parkir peserta audio dan dyno sempat membuat panitia kedodoran. Ditambah lagi hujan yang mengguyur lokasi sehingga acara sempat terhenti karena kedua event  tersebut berada di luar gedung.

"Kami sedang mencari lokasi baru yang ideal untuk menampung lebih banyak lagi modifikator, kalau cocok tahun depan ada calon tempat baru yang saat ini masih dalam pembangunan," ujar Irene Lauw dari perwakilan Djarum, saat pameran berlangsung.

Perkembangan para modifikator pun dengan berbagai aliran (elegan, racing, dan ekstrem) kian mengingkat. Terutama dalam hal detail dan finishing seperti pengecatan sudah menyentuh seluruh sektor. Trus, sentuhan akhir lebih bersih dan rapi. Sehingga, pemodifikator Medan mampu bersaing dengan peserta dari Ibukota bila berkompetisi dalam satu arena.

 


Editor : Bastian