Hyundai Grand Avega Sentuhan Eropa - Kompas.com

Hyundai Grand Avega Sentuhan Eropa

Kompas.com - 01/10/2011, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada dua hal yang menarik ketika mengikuti acara "Hyundai Grand Avega Media Fun Drive", 27-28 September lalu. PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menyediakan 10 unit hatchback anyar mereka Grand Avega, terdiri dari 8 unit bertransmisi manual dan 2 unit matik, untuk dijajal dengan rute dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Hal menarik pertama (menarik kedua lihat di rubrik tes) dari segi tampilan (ekstrior) Grand Avega. Sangat sporti dan anak mudah banget. Trus, kalau dipadang dari sisi tiga perempat bagian belakang, mengingatkan kita pada BMW Seri-1. Kemudian tarikan garis panjang dari depan sampai belakang yang cukup menonjol, menguatkan kesan sport dan punya kemiripan dengan kompetitornya, Ford Fiesta.

Bedanya, lampu belakang Grand Avega tidak melebar sampai ke bodi samping, tapi lebih tinggi dengan posisi lampu mundur berada di tengah. Desainnya membuat tampilan belakang sangat dinamis.

"Hyundai kan punya rumah desain di tiga negara, Amerika, Jerman, dan Korea sendiri," jelas Presiden Direktur HMI Jongkie D. Sugiarto ketika ditanya mengenai bagian belakang Grand Avega mirip BMW.

Sentuhan Eropa
Tampilan depan dengan model gril yang kecil dipadu airdam cukup besar di bawah bemper menegaskan karakter mobil yang impresif. Tonjolan panjang di bagian tengah kap mesin memberi kesan kalau performa mesin cukup galak.

Memang, jantung pacu bertipe Gamma 1.4 liter DOHC menghasilkan tenaga maksimum 108 PS pada 6.300 rpm dan torsi 13,9 kgm pada 5.000 5pm. Lebih besar dari pendahulunya Avega yang mempunyai tenaga maksimum 90 PS.

Ketika masuk ke kabin, sentuhan Eropa sangat menonjol pada desain dasbor. Pada bagian center cluster dipadu dengan krom. Begitu juga pada palang kemudi - modelnya seperti terdapat di salah satu produk Honda - pemanis krom membentuk huruf "T". Kemudian juga pada pintu depan dan belakang dikasih krom pada sandaran tangan.

Yang menarik, ketika jalan malam hari. Indikator penunjuk putaran mesin dan kecepatan yang analog berwarna putih, terbaca jelas karena berkat pancaran cahaya biru. Sayang, padangan ke belakang dilihat dari spion dalam kurang luas akibat adanya sandaran kepala di bagian tengah bangku belakang.

Dengan kelebihan desain dan fitur "Eco Drive", harga Rp159,8 juta untuk yang manual sangat terjangkau. Begitu juga yang matik dibanderol Rp169,8 juta dengan kelebihan "shiftronic" (satu-satunya di kelasnya), sangat pantas.

EditorBastian

Terkini Lainnya

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

News
“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

News
Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

News
Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

News
SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

News
Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

Auto2000 Resmikan Tiga Cabang Baru

News
Kupas 'Coupe' Sport Lexus LC500

Kupas "Coupe" Sport Lexus LC500

Produk
Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

Lexus LC500 Akhirnya Meluncur di Indonesia

News
McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

McLaren 720S Sudah Dipesan para Miliarder Indonesia

News
Honda Jazz 'Facelift' Lebih Mahal Rp 6 Juta

Honda Jazz "Facelift" Lebih Mahal Rp 6 Juta

Produk
McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

McLaren Meluncurkan Generasi Kedua 720S di Jakarta

Produk
Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Honda Bikin Jazz Jadi Lebih Segar

Produk
Close Ads X