Rabu, 22 Oktober 2014

Otomotif


Hyundai Grand Avega Sentuhan Eropa

Penulis: | Sabtu, 01 Oktober 2011 | 15:23 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/SABASTIAN

    Sosok Grand Avega yang tampil dinamis

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/SABASTIAN

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/SABASTIAN

    Tenaga lebih besar dari pendahulunya

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/SABASTIAN

    Kombinasi krom mempermanis tampilan interior. Sandaran tangan (kiri bawah) bisa buat meletakkan dua unit HP

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada dua hal yang menarik ketika mengikuti acara "Hyundai Grand Avega Media Fun Drive", 27-28 September lalu. PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menyediakan 10 unit hatchback anyar mereka Grand Avega, terdiri dari 8 unit bertransmisi manual dan 2 unit matik, untuk dijajal dengan rute dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Hal menarik pertama (menarik kedua lihat di rubrik tes) dari segi tampilan (ekstrior) Grand Avega. Sangat sporti dan anak mudah banget. Trus, kalau dipadang dari sisi tiga perempat bagian belakang, mengingatkan kita pada BMW Seri-1. Kemudian tarikan garis panjang dari depan sampai belakang yang cukup menonjol, menguatkan kesan sport dan punya kemiripan dengan kompetitornya, Ford Fiesta.

Bedanya, lampu belakang Grand Avega tidak melebar sampai ke bodi samping, tapi lebih tinggi dengan posisi lampu mundur berada di tengah. Desainnya membuat tampilan belakang sangat dinamis.

"Hyundai kan punya rumah desain di tiga negara, Amerika, Jerman, dan Korea sendiri," jelas Presiden Direktur HMI Jongkie D. Sugiarto ketika ditanya mengenai bagian belakang Grand Avega mirip BMW.

Sentuhan Eropa
Tampilan depan dengan model gril yang kecil dipadu airdam cukup besar di bawah bemper menegaskan karakter mobil yang impresif. Tonjolan panjang di bagian tengah kap mesin memberi kesan kalau performa mesin cukup galak.

Memang, jantung pacu bertipe Gamma 1.4 liter DOHC menghasilkan tenaga maksimum 108 PS pada 6.300 rpm dan torsi 13,9 kgm pada 5.000 5pm. Lebih besar dari pendahulunya Avega yang mempunyai tenaga maksimum 90 PS.

Ketika masuk ke kabin, sentuhan Eropa sangat menonjol pada desain dasbor. Pada bagian center cluster dipadu dengan krom. Begitu juga pada palang kemudi - modelnya seperti terdapat di salah satu produk Honda - pemanis krom membentuk huruf "T". Kemudian juga pada pintu depan dan belakang dikasih krom pada sandaran tangan.

Yang menarik, ketika jalan malam hari. Indikator penunjuk putaran mesin dan kecepatan yang analog berwarna putih, terbaca jelas karena berkat pancaran cahaya biru. Sayang, padangan ke belakang dilihat dari spion dalam kurang luas akibat adanya sandaran kepala di bagian tengah bangku belakang.

Dengan kelebihan desain dan fitur "Eco Drive", harga Rp159,8 juta untuk yang manual sangat terjangkau. Begitu juga yang matik dibanderol Rp169,8 juta dengan kelebihan "shiftronic" (satu-satunya di kelasnya), sangat pantas.


Editor : Bastian