Kamis, 23 Oktober 2014

Otomotif


GP3

Rio Haryanto Juara Balapan Basah di Jerman

Penulis: | Minggu, 24 Juli 2011 | 00:27 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/ALOYSIUS GONSAGA AE

Pebalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto.

NURBURGRING, Kompas.com - Pebalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto, tampil impresif di Sirkuit Nurburgring, Jerman, Sabtu (23/7/11). Dalam balapan yang licin akibat hujan deras menjelang akhir tersebut, Rio berhasil keluar sebagai pemenang, sekaligus mengakhiri paceklik podiumnya selama ajang GP3 musim 2011 ini.

Rio mengambilalih kendali lomba dari Lewis Williamson (MW Arden), ketika hujan mulai mengguyur. Meskipun trek basah, yang membuat balapan menjadi lebih sulit meskipun semua pebalap bertahan dengan ban basah, Rio berhasil menyelesaikan lomba tersebut dengan sempurna.   Pertarungan Rio dan Williamson berlangsung ketat dan seru. Buktinya, mereka tiga kali sempat bertukar tempat dalam setengah putaran. Setelah itu, Valtteri Bottas memberikan ancaman karena setelah berhasil melewati Williamson, dia terus menekan Rio di Tikungan 10 dan 11.

Namun Williamson berhasil menyalip lagi Bottas di tikungan terakhir. Pebalap Skotlandia tersebut kembali mengganggu Rio di Tikungan 1 pada lap terakhir. Tetapi usahanya itu tak membuahkan hasil, karena Rio, yang memperkuat tim Manor, tetap tenang sehingga bisa mengatasi situasi dan meraih kemenangan.

Posisi tiga ditempati oleh Bottas, yang berada di depan rekan setimnya di ART, James Calado. Kedua mobil hijau itu diikuti oleh pebalap tuan rumah Adrian Quaife rumah-Hobbs (Manor) dan pebalap yang untuk pertama kalinya mencetak poin, Conor Daly (Carlin).

Berikutnya dihuni oleh pebalap Tech 1, Aaro Vainio dan Tamas Ciuman Pal. Mereka yang melengkapi komposisi para pebalap yang bisa meraih poin di seri ini. Sedangkan dua pebalap lain yang merupakan pesaing untuk memprebutkan gelar juara, harus menelan kekecewaan.

Peraih pole position, Mitch Evans (MW Arden), yang sempat memimpin di awal lomba ketika lap kering, harus menerima kenyataan pahit karena mendapat penalti, sementara itu pemimpin klasemen sebelum balapan, Alexander Sims, harus membayar mahal perjudian yang dilakukan menjelang akhir lomba.

Seharusnya, Sims bisa mendapatkan poin karena sudah berada di posisi enam. Tetapi saat lomba tersisa empat lap, dia melakukan perjudian denga masuk pit untuk mengganti ban basah. Ternyata perjudiannya itu justru menjadi bumerang, karena dia akhirnya terpuruk di urutan 12.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo