Jumat, 25 April 2014

Otomotif


Padang City Tour, Angkot dan Lady Gaga

Penulis: | Kamis, 07 April 2011 | 20:34 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : DOK GET LOST IN INDONESIA

    Angkot di Kota Padang, Sumbar.

  • Sumber : - | Author : DOK GET LOST IN INDONESIA

    Angkot di Kota Padang, Sumbar.

KOMPAS.com - Dalam setiap trip ke suatu kota, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi sedetail-detailnya tentang angkutan umum kota tersebut. Informasi yang saya butuhkan sih seputar tarif angkot, rutenya kemana saja dan cara menyetop angkotnya seperti apa. Selain itu saya juga akan bertanya apakah aman bertanya kepada sopir angkot bila kita ingin ke suatu tempat. Saya butuh informasi detail seperti itu biar saya mudah pergi kemana-mana walaupun saya tinggal bilang sama tim saya di sini dan aya akan diantar kemana-mana.

Tapi untuk urusan jalan, saya lebih suka suka jalan sendiri tanpa merepotkan orang lain. Pasalnya saya suka jalan kaki lama-lama, duduk diam di sebuah warung pinggir jalan sambil menikmati suasana sekitar dan hal-hal sepela lainnya yang sering diprote oleh teman jalan saya. Selain itu dengan mempunyai informasi yang lengkap anda tidak akan kelihatan seperti orang asing di sebuah tempat yang baru. Peluang anda untuk ditipu orang pun semakin kecil.

Walaupun saya sudah mengumpulkan informasi lengkap seperti tadi, biasanya saya masih juga nyasar. Tapi selama itu nyasar di tengah kota dan bukan di tengah hutan Amazon, saya sih oke-oke saja. Hitung-hitung bisa melihat tempat yang baru. I don’t really buy malu bertanya sesat di jalan. Di kota yang baru kita kunjungi menurut saya banyak bertanya berarti siap-siap ditipu. Kalaupun bertanya saya memilih bertanya kepada bapak polisi atau ibu-ibu.

Kesukaan saya memakai transportasi umum membuat saya tahu beberapa hal yang sangat mencolok tentang angkot dan bus kota. Perbedaan yang paling mencolok adalah masalah kenyamanan, interior dan eksterior serta kesopanan pengemudi angkot. Sopir angkot di Malang misalnya. Mereka cukup ramah namun angkotnya sangatnya sangat sederhana dan dengan warna biru yang membosankan. Rute angkot di Malang ditandai dengan huruf-huruf besar yang merupakan singkatan dari rute angkot tersebut. Yang lucu adalah di Balikpapan dan beberapa kota di Kalimantan Timur. Mereka menyebut angkot dengan sebutan Taxi. Begitu juga di Papua.

Nah, naik angkot yang paling menyenangkan menurut saya adalah di Kota Padang. Hari pertama sampai di kota itu saya langsung menjajal angkot sendirian. Angkot di sini sangat eye catching. Eksteriornya penuh ditempeli stiker-stiker dan tulisan seperti yang ada di mobil-mobil rally di F1. Kebanyakan angkot di sini dimodif sehingga menjadi ceper seperti mobil balap.

Setiap rute mempunyai warna berbeda yang keren-keren. Ada yang berwarna pink yang hampir ke ungu. Orange, putih, dan biru. Saya suka banget yang berwarna pink dan putih. Badan mobil penuh. Sebagian lagi badan mobilnya ditutupi oleh gambar seperti yang ada di wallpaper computer. Ketika angkot-angkot ini sudah beriringan di jalan makin mirip dah sama mobil-mobil rally.

Begitu masuk ke dalam angkot, saya takjub mendapati interiornya yang luar biasa. Tempat duduknya nyaman dan bersih dengan posisi menyamping saling berhadapan. Seatnya tidak penuh berdesakan  sehingga menciptakan ruang yang lapang yang membuat penumpang merasa nyaman walaupun angkot penuh. Seat depan yang ditempati pak supir lebih keren lagi. Posisinya dibuat lebih rendah daripada seat penumpang. Sandaran kursinya tinggi dan empuk seperti kursi kantor.

Yang paling keren menurut saya adalah pernak-pernik aksesoris yang melekat dalam angkot. Aksesoris yang paling dasar dan dipunyai oleh semua angkot adalah audio canggih yang super stereo. Biasanya perangkat audio itu terdiri dari satu buah speaker aktif yang besar dan 3-5 speaker aktif kecil di setiap sudut. Perangkat tadi tersambung ke pemutar audio (Mp4) yang semuanya menggunakan USB. Si supir tinggal mememncet remote control, music pun mengalun.

Di beberapa angkot yang saya naiki bahkan dilengkapi dengan monitor layar datar Samsung 17 inci. Di angkot yang lain lagi dilengkapi dengan kamera CCTV yang di pasang di dashboard angkot. Biasanya angkot jenis ini menjadi rebutan anak-anak sekolah. Semua aksesoris itu dilengkapi dengan lampu-lampu dan botol-botol yang ditata dengan artistik sehingga menyerupai bar mini atau music room. Biasanya semua pernak-pernik tadi masih dilengkapi dengan aksesoris-aksesoris seperti yang saya lihat di mobil-mobil black men di film-film Hollywood. Hoho…saya tidak tahu nama-nama aksesoris itu karena pengetahuan saya akan otomotif jongkok banget.

Nah, aksesoris sudah oke, perangkat audio sudah keren. Bagaimana dengan musiknya? Hampir semua musiknya gue banget. Anda tidak akan mendapati music dangdut apalagi koplo. Ini Padang men! Kalaupun ada musik daerah, ya lagu minang. Tapi saya nggak masalah. Telinga saya sangat menikmati lagu-lagu minang walaupun saya tidak tahu artinya. Tapi yang paling banyak diputar adalah music-musik hip-hop, electric pop , brit pop dan hip-hop yang menghentak. Makanya, mbak Lady Gaga, Uda Akon, Bang Usher, Mas Ne-yo dan Bang Craig David menjadi top hits di sini.

Musik-musik keren dengan  audio canggih tadi membuat anda merasa berada di sudut sebuah club. Malahan lagu-lagu yang menjadi ost. Drama Korea kerap terdengar. Kalau anda mau, anda juga bisa request kok. Saya pernah diputarin lagu-lagunya Mbak Lady Gaga sepanjang jalan gara-gara saya minta dia untuk replay lagu “Let’s Dance”.

Setelah saya pikir sopir angkot di sini sangat customer oriented. Mereka tahu bagaimana memanjakan konsumen (angkot). Berbeda dengan bus-bus dan angkot di Jawa yang walaupun tertulis excecutive class/Patas, musik yang diputar adalah dangdut koplo group Palapa yang termasyhur itu. Padahal penumpangnya kebanyakan anak-anak muda. Malahan saya tahu lagu-lagu baru ketika saya naik angkot. Nggak perlu mantengin acara music di TV buat tahu lagu-lagu baru. Cukup mutar-mutar naik angkot saja.

Kalau sopirnya bagaimana? Kebanyakan mereka masih muda dan tampil keren macam anak-anak gahul itu. Dari rambut ke kaki tertata apik. Sepertinya mereka sangat menikmati profesi mereka. Walaupun fitur wajah orang di sini gahar-gahar, ternyata mereka sangat sopan. Mereka akan memanggil anda dengan uda dan uni dan tidak segan-segan memberi bonus senyum lima jari.

Selama di sini, saya sudah mencoba 3 jenis angkot, dan saya paling suka angkot warna putih dengan rute pusat kota-Basko Mall. Desain eksteriornya keren-keren mulus. Interiornya juga keren-keren. Saya masih penasaran ingin mencoba naik angkot warna pink yang kelihatannya chic banget itu.  Nah, kalau anda ke Padang, jangan ragu-ragu untuk naik angkot. Asyiknya pool pokoke!

Kalau anda, pengalaman naik angkot anda seperti apa? Cerita juga dong tentang angkot di kota anda! (Get Lost in Indonesia)


Editor : I Made Asdhiana