Kamis, 23 Oktober 2014

Otomotif


GP Spanyol

Lorenzo Juara, Rossi Menawan

Penulis: | Minggu, 03 April 2011 | 19:49 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : AFP/JORGE GUERRERO

    Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, menjuarai GP Spanyol, Minggu (3/4/11).

  • Sumber : - | Author : AFP/JORGE GUERRERO

    Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo (tengah), pebalap Honda, Dani Pedrosa (kiri) dan pebalap Ducati, Nicky Hayden, di atas podium GP Spanyol, Minggu (3/4/11). Lorenzo menjadi pemenang, disusul Pedrosa dan Hayden.

  • Sumber : - | Author : AFP

    Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, memenangi GP Spanyol, Minggu (3/4/11).

JEREZ, KOMPAS.com — Jorge Lorenzo memenangi balapan penuh drama di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/2011), yang diwarnai insiden tujuh kecelakaan. Di hadapan pendukungnya, pebalap Yamaha tersebut mengalahkan Dani Pedrosa (Repsol Honda) dan Nicky Hayden (Ducati), yang berturut-turut finis di belakangnya. Dengan hasil tersebut, Lorenzo kini memimpin klasemen sementara dengan nilai 45, disusul Pedrosa dengan poin 36 dan Stoner (25).

Sementara itu, nasib sial menimpa sejumlah pebalap, termasuk Casey Stoner dan Valentino Rossi. Ketika sedang bertarung untuk memperebutkan posisi kedua, mereka terlibat kecelakaan pada lap ketujuh, membuat Stoner jatuh dan gagal melanjutkan lomba.

Namun, Rossi yang start dari posisi ke-12 berhasil menyelesaikan lomba. Sempat ditindih motornya, "The Doctor" bangun untuk berjuang lagi dari bawah. Pelan tetapi pasti dia mulai menyodok ke depan dan berhasil finis di urutan lima.

Jalannya lomba

Saat lampu merah padam tanda balapan dimulai, Stoner langsung mengambil alih jalannya lomba. Di belakangnya ada pebalap Yamaha, Lorenzo, yang terus menempel. Sementara itu, Marco Simoncelli yang start dari urutan keenam juga membuat lompatan yang bagus karena bisa merebut posisi ketiga. Rossi pun tak mau ketinggalan. Start dari posisi ke-12, pebalap Ducati tersebut menyodok ke barisan depan.

Berbanding terbalik dengan rekan Stoner, Dani Pedrosa justru melorot. Pebalap Spanyol ini melakukan start kurang bagus sehingga turun ke urutan empat dari posisi kedua saat start.

Pada lap kedua, Rossi mulai menyodok ke depan dengan melewati Andrea Dovizioso. "The Doctor" terus membesut Desmosedici GP11 miliknya dengan kencang sehingga pada lap ketiga dia berhasil membuat fastest lap dan menempati urutan keempat. Secara perlahan dia berusaha mengejar tiga pebalap terdepan, Stoner-Lorenzo-Simoncelli, yang bersaing ketat.

Pada lap keempat, terjadi perubahan posisi di sektor depan. Simoncelli berhasil melakukan manuver saat menikung ke kanan, di mana dia mengambil dari sisi dalam sehingga melewati Lorenzo. Tak berhenti di situ. Pebalap berambut jabrik ini kembali melakukan aksi salip untuk melewati Stoner dan mengambil alih jalannya lomba saat lap keempat.

Persaingan di sektor depan semakin seru setelah Rossi kian merapat. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini tak perlu waktu yang lama untuk memperbaiki posisinya karena pada lap keenam dia berhasil melewati Lorenzo dan mulai memberikan ancaman kepada Stoner.

Namun, aksi gemilang Rossi tak berlangsung mulus karena pada lap ketujuh dia harus menerima kenyataan pahit. Ketika akan menyalip Stoner saat menikung ke kanan, motornya tergelincir. Akibatnya, dia terjatuh begitu juga dengan Stoner, yang tak bisa menghindari kejadian tersebut. Setelah mendapat pertolongan, Rossi yang sempat tertindih motornya bisa bangun dan melanjutkan lomba, sedangkan Stoner langsung meninggalkan arena.

Jatuhnya Rossi membuat Simoncelli semakin nyaman di depan karena unggul cukup jauh atas Lorenzo dan Nicky Hayden, yang berturut-turut di urutan kedua dan ketiga. Sementara di barisan kedua, ada Pedrosa dan Ben Spies, yang bertarung ketat untuk memperebutkan posisi keempat. Pedrosa akhirnya melewati Spies pada lap kedelapan. Hanya berselang satu lap, Pedrosa menyodok lagi ke posisi tiga, ketika berhasil melewati Hayden.

Bencana kembali terjadi pada lap ke-10. Kali ini menimpa Simoncelli, yang sebenarnya tak mendapat tekanan dari siapa pun lantaran dia sendirian berada di depan. Licinnya trek akibat hujan membuat pebalap Italia ini tergelincir dan gagal melanjutkan balapan karena motornya mengalami kerusakan.

Ini memberikan keuntungan yang sangat besar kepada Lorenzo, yang tak perlu berjuang keras untuk menjadi nomor satu. Apalagi, dia unggul lebih dari dua detik atas Pedrosa, yang tetap menunjukkan kegigihannya untuk mengejar. Padahal, sebelum adanya rangkaian bencana kecelakaan tersebut, Lorenzo mendapat tekanan dari sejumlah rivalnya (dari Stoner dan Rossi, serta Simoncelli).

Sampai dengan separuh jalannya balapan, Lorenzo masih tetap berada di posisi terdepan. Meskipun demikian, Pedrosa secara perlahan memangkas jarak, karena selisih waktunya pada lap ke-13 sudah tinggal lebih dari satu detik, membuat pertarungan sesama pebalap Spanyol ini kian seru. Sementara di posisi tiga, Spies menyodok lagi karena berhasil melewati Hayden, rekan setim Rossi.

Namun, perjuangan Pedrosa untuk mendekati Lorenzo tak bertahan lama. Pada lap ke-16, Lorenzo semakin jauh lagi dan tampaknya mulai nyaman dengan posisinya tersebut karena Pedrosa, yang mengalami masalah pada lengan, sudah tertinggal dengan gap lebih dari lima detik. Malahan Pedrosa mendapat ancaman dari Spies.

Di barisan belakang, Rossi terus berjuang untuk memperbaiki posisinya. Usaha pebalap berusia 32 tahun ini membuahkan hasil yang cukup bagus karena pada lap ke-20 dia menyodok ke posisi tujuh.

Kembali ke persaingan Pedrosa dan Spies. Pada lap ke-21, mereka berduel sengit karena pautan waktunya tak lebih dari satu detik. Tekanan yang terus diberikan mantan juara dunia Superbike itu membuahkan hasil positif karena pada lap ke-22 dia berhasil menyalip Pedrosa di lintasan lurus selepas tikungan ke kanan.

Jadilah Yamaha menguasai balapan di Jerez dengan Lorenzo di posisi terdepan, disusul Spies.

Rupanya Jerez menjadi kuburan bagi sejumlah pebalap yang berpeluang naik podium karena pada lap ke-23 giliran Spies yang jatuh. Padahal, pebalap asal Texas ini baru saja berusaha keras melewati Pedrosa. Ini memberikan keuntungan kepada Pedrosa yang secara otomatis menjadi runner-up, begitu juga sejumlah pebalap di belakangnya, termasuk Rossi yang naik ke posisi enam.

Memasuki lap terakhir, keuntungan kembali menghampiri para pebalap yang sebelumnya berada di belakang Colin Edwards, yang mengalami kendala pada motornya. Padahal, pebalap Yamaha Tech 3 tersebut sudah berada di urutan ketiga. Dengan demikian, Hayden naik podium nomor tiga dan Rossi finis di urutan kelima.

- Hasil GP Spanyol

Pos  Rider                  Team/Bike           Time/Gap
 1. Jorge Lorenzo       Yamaha                50m49.046s
 2. Dani Pedrosa         Honda                  + 19.339s
 3. Nicky Hayden         Ducati                 + 29.085s
 4. Hiroshi Aoyama     Gresini Honda     + 29.551s
 5. Valentino Rossi      Ducati                 + 1m02.227s
 6. Hector Barbera       Aspar Ducati       + 1m08.440s
 7. Karel Abraham       Cardion Ducati    + 1m14.120s
 8. Cal Crutchlow        Tech 3 Yamaha    + 1m19.110s
 9. Toni Elias               LCR Honda          + 1m42.906s
10. John Hopkins         Suzuki                   + 1m48.395s
11. Loris Capirossi      Pramac Ducati      + 1m51.876s
12. Andrea Dovizioso  Honda                  + 1 lap

Retirements:

Colin Edwards         Tech 3 Yamaha       26 laps
Ben Spies                 Yamaha                   24 laps
Randy De Puniet       Pramac Ducati        16 laps
Marco Simoncelli     Gresini Honda        11 laps
Casey Stoner             Honda                       7 laps

- Klasemen sementara

1. Jorge Lorenzo          45
2. Dani Pedrosa           36
3. Casey Stoner            25
4. Nicky Hayden          23
5. Valentino Rossi        20
6. Hiroshi Aoyama       19
7. Andrea Dovizioso    17
8. Hector Barbera        14
9. Cal Crutchlow          13
10. Karel Abraham       12
11. Marco Simoncelli   11
12. Ben Spies                10
13. Colin Edwards         8
14. Toni Elias                7
15. John Hopkins            6
16. Loris Capirossi        5


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo