Jumat, 25 April 2014

Otomotif


Chevrolet Volt, Bukan Mobil Listrik Biasa - Bagian 2

Penulis: Budityas Basuki | Minggu, 31 Oktober 2010 | 06:02 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : Budityas B Basuki

    Mencoba Volt di turunan

  • Sumber : - | Author : Budityas B Basuki

    Ruang mesin, terdiri dari mesin bensin, motor listrik dan transmisi

  • Sumber : - | Author : Budityas B Basuki

    Stop kontak untuk mengisi baterai (kiri) dan indikator operasional kentika mobil dijalankan

  • Sumber : - | Author : Budityas B Basuki

    Bagasi Volt

KOMPAS.com - Saat mengemudikan Chevrolet Volt, kesan yang diperoleh sama saja dengan mobil bermesin bensin. Chevrolet tampaknya sukses menyuguhkan paket mobil listrik, membuat orang tak canggung saat pertama kali mengenalnya.

Pada panel instrumen ada  indikator berupa bola hijau yang mengambang. Bola ini akan menunjukkan, apakah sang supir mengendarai Volt dengan ekonomis atau tidak. Kondisi paling ekonomis, bola tetap berada di tengah. Bola akan naik jika pengemudi berakselerasi cepat atau saat berdeselerasi (melambat).

Pada layar, di konsol tengah dashboard, ada  indikator yang menunjukkan alur skema energi Volt. Pada kondisi normal,  tampak energi yang berasal dari baterai menuju ke motor listrik untuk menggerakkan roda. Keika pedal gas dilepas dan rem diinjak, tampak energi mekanis diubah menjadi listrik dari sistem rem regeneratif  mengisi baterai. Konsumsi Bensin Ketika energibaterai lithium-ion   mulai berada di bawah 30 persen, otomatis generator akan mulai memasok energi tambahan ke baterai. Mesin bensin 1,4liter beroperasi, memutar generator dengan lembut. Hanya sedikit dengungan saat mesin menyala. Namun suara ini bisa didengarkan dengan seksama atau kaca pintu dibuka.

Energi tambahan dari  generator berfungsi  mempertahankan kondisi baterai agar selalu punya cadangan  minimal 30 persen dan juga dimanfaatkan harus melakukan akselerasi dengan cepat. Pada layar konsol tengah, juga ditayangkan  alur energi yang menandakan  mesin bensin hidup, memutar generator dan mengisi baterai.

Pada panel instrumen informasi jarak yang dapat ditempuh jumlah bensin di dalam tangki. Volt yang saya uji telah menempuh jarak 57,8 km dan hanya menghabiskan 0,3 liter bensin. Artinya, konsumsi bahan bakar rata-rata saat dites 192,6 km/liter.

Lebih Ceper Respon spontan mobil ini membuat saya percay, akselerasi 0- 100 km/jam dapat diraih  di bawah 9.0 detik seperti diklaim GM.  

Karakter suspensi sedikit keras   mendukung performa mobil in. Sasisnya  menghasilkan  pengendalian dinamis, Faktor lain, postur mobil yang ceper (40 mm lebih rendah dibanding mobil-mobil sedan/hatchback di kelasnya).

Kbin cukup leluasa untuk ukuran tubuh rata-rata pria dewasa Asia, baik di depan maupun di belakang. Namun saat duduk di belakang, kaca belakang yang luas dan landai, tepat di atas kepala. Berpotensi kurang nyaman tketika matahari menyorot dari belakang.

Isi Baterai Jika Anda bisa mengisi ulang baterai ponsel, maka Anda juga dapat mengisi ulang baterai Volt di tempat yang sama. Setiap mobil dilengkapi kabel sepanjang 6 meter di bagasi belakang yang bisa digunakan untuk mengisi ulang. Dengan sumber listrik 110-120 V, waktu pengisian ulang berlangsung antara 10-12 jam, sementara dengan sumber listrik 220-240 V, waktu pengisian ulang hanya 4 jam.

Saat baterai  sedang diisi ulang, proses pengisian tersebut dimonitor dari  jarak jauh melalui aplikasi  OnStar MyLink pada ponsel iPhone atau Motorola Droid. Juga bisa menggunakan ponsel lain  berbasis sistem operasi Android. Juga bisa dipantu melalui komputer personal dengan menggunakan aplikasi MyVolt.

Volt & Ampera Mobil ini dibanderol 41.500 dolar AS di Amerika Serikat saat peluncurannya November ini. Pemerintah AS memberikan diskon US$ 7.000 setiap pembelian Volt. Tahap pertama, jumlah produksi Volt, 10.000 unit dan ditingkatkan 40.000 unit pada  2012.

Selain AS, Volt akan dijual di China dan Eropa  pada 2011. "Di Eropa kami akan menjual dengan dua merek, Chevrolet Volt dan Opel Ampera. Keduanya memiliki platform yang sama, namun desain dan fitur berbeda," ujar Steve L. Clarke, Wakil Presiden Rekayasa Kendaraan GM International Operations (GMIO).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Editor : Zulkifli BJ