Minggu, 21 September 2014

Otomotif


Agar TBC Tidak Kambuh Lagi

Penulis: | Senin, 25 Oktober 2010 | 08:04 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : shutterstock

TANYA : 

Saya adalah TKI di Korea Selatan, pada tanggal 22 Februari 2010 saya menjalani operasi usus buntu. Saya istirahat 15 hari, setelah itu saya beraktivitas seperti biasa. Saya bekerja di sebuah perusahaan otomotif. Saya bekerja sambil minum obat yang diberi dokter. Setelah minum obat perut saya tuh mual dan muntah dan ada batuk disertai dahak. Lalu, pada 28 mei 2010 saya check-up,  dokter bilang saya terkena TBC (tuberkulosis). Sekarang Saya sedang berobat minum obat sudah 4 bulan saya minum mungkin 3-4 bulan lagi pengobatanya selesai. Sekarang kondisi saya sudah baik. yang saya ingin tanyakan

Hal-hal apa saja yang perlu dihindari agar saya tidak kena TBC lagi? (saya tidak merokok dan tidak meminum alkohol). Adakah pengaruh bekerja pada musim dingin?. Bagaimana kalau TBC itu terulang lagi? Terima kasih dokter atas perhatiannya

Agus Turyanto 30, Korea JAWAB : Wah, senang sekali rasanya mendapatkan pertanyaan dari jauh. Pak Agus yang baik, penyakit TBC memang merupakan penyakit menular terbanyak di negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Untuk informasi, penyakit TBC ini merupakan penyait kronik (lama/tahunan) sehingga pasien tidak akan merasakan sudah terinfeksi TBC sampai pada suatu masa penyakit TBC menjadi nyata/timbul gejala (flare up) yaitu pada saat kondisi fisik lemah/menurun,  seperti yang anda alami, setelah menjalani operasi.

Pada beberapa wanita, TBC menjadi nyata secara klinis setelah melahirkan atau waktu hamil. Sampai saat ini, pengobatan TBC yang dilakukan secara teratur dan tidak lupa minum obat selama minimal 6 bulan akan memberikan hasil yang memuaskan dengan kesembuhan yang tinggi, meskipun beberapa kasus mengalami gejala sisa. Tapi untuk melihat hasil kesembuhannya, maka Anda harus melakukan pemeriksaan berkala.  Ini untuk melihat apakah memang pengobatan yang Anda jalani ini berjalan baik sehingga memberikan kesembuhan, atau memang harus dilakukan penggantian obat.

Saya asumsikan, ini adalah pertama kali anda mendapatkan pengobatan TBC, sehingga saya rasa Anda masih memakai pengobatan lini pertama untuk kasus baru pasien TBC.

Gaya hidup tidak sehat yang harus dihindari adalah merokok, alkohol, begadang, kurang istirahat, makan kurang dan lain-lain. Menghindari hal-hal tersebut membantu keberhasilan pengobatan TBC dan diharapkan tidak akan kambuh lagi.

Pengaruh musim lebih ditujukan pada saat musim dingin, apalagi seperti anda dari indonesia yang tidak mengenal musim sedingin di Korea. Saat itulah bisa jadi kondisi fisik anda menurun dan TBC menampakkan diri secara klinis.

TBC bisa berulang jika pengobatan tidak dilakukan secara benar dan tuntas. Hal ini sering dialami pasien karena pengobatan memerlukan waktu yang lama sehingga pasien bosan dan merasa dirinya sudah membaik. Mereka kerap menghentikan sendiri pengobatannya sebelum evaluasi pengobatan TBC selesai.

Meskipun sudah dinyatakan sembuh, namun mantan penderita TBC masih bisa tertular lagi dan bisa sakit lagi. Oleh karena itu, perlu dievaluasi berkala agar kesehatan Anda tetap terjaga. Andaikan terinfeksi lagi, ya harus diobati, hanya mungkin yang perlu diperhatikan adalah kekhawatiran terjadi multidrugs resistant  terhadap obat TBC.


Editor : Asep Candra