Kamis, 17 April 2014

Otomotif


Wisata Nyali Bersama Toyota New Rush

Penulis: Zulkifli BJ | Sabtu, 16 Oktober 2010 | 18:29 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Konvoi melewati jalan dengan hutan bambu yang rimbun.

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    New Rush dan pengemudinya ditantang menuruni turunan terjal dan kemudian menanjak sambil berbelok

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Baliwoso Camp, cocok bagi mereka yang suka wisata alam

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Tak kalah dengan wisatawan manca negara, peserta disambut gadis berpakai Bali dengan memasang udeng (kiri) dan menikmati sensasi Banana Boat di pulau Penyu, Benoa(kanan)

PENGOTAN, KOMPAS.com – Setelah penampilan New Rush disegarkan dan beberapa bagian komponen kendaraan diset dan diganti teknologinya, pada 12-15 Oktober lalu, PT Toyota Astra Motor (TAM), mengajak 40 orang wartawan ibukota menjajalnya langsung. Lokasinya jauh dari Jakarta, yaitu di Pulau Dewata.

Para wartawan dianggap seperti pemilik atau konsumen Rush yangmenjadi target Toyota. Yaitu, keluarga muda urban yang senang melakukan petualangan. Misalnya berkemah di alam terbuka yang jauh dari kebisingan kota, mengarungi sungai atau bermain di laut.

Karena itu pula, bisa dipahami, mengapa Toyota memilih Bali untuk kegiatan ini. Wartawan pun diperlakukan seperti turis ketika datang sampai hendak meninggalkan Bali. Media yang diajak tak hanya khusus otomotif, juga lifestyle dan harian di ibu kota.

“Kita ingin menyampaikan pesan, bahwa Rush adalah kendaraan keluarga urban yang suka petualangan,” jelas Rouli Sijabat, PR Manager, TAM saat berangkat menuju Bali,di terminal Bandara Soekarno-Hatta.

Baliwoso Camp Perjalanan dimulai dari halaman parkir Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Wartawan disambut dengan upacara pemasangan ikat kepala khas Bali, “udeng”. Setelah itu, dengan Rush yang masih baru, (baru 2 km dipakai), wartawan diminta untuk mengemudikan.

Karena hanya tersedia 12 unit, sebagian wartawan jadi penumpang, baik depan mau belakang. Mereka diharapkan bisa merasakan kenyamanan suspensi Rush yang  diset ulang. Begitu juga dengan stabilitas. Pengemudi juga merasakan power steering baru (tipe elektrik) yang lebih ringan.

Target pertama perjalanan, Baliwoso Camp yang berlokasi di utara Denpasar. Tepatnya, desa Pengotan, 970 meter di permukaan laur. Berdasarkan tripmeter New Rush, tempat tersebut 102 km dari Bandara Ngurah Rai.

Desa ini lebih dekat ke Kintamani atau gunung dan danau Batur. Cukup untuk menguji kemampuan performa Rush di tanjakan. Terutama antara Gianyar - Bangli – Pengotan dengan 4 orang dewasa di dalamnya.

Tubing Setelah istirahat sejenak di Baliwoso Camp, rombongan langsung diajak melakukan aktivitas “tubing”, menyusuri sungai dengan ban. Peserta diberi perlengkapan, pelampung, sendal pendaki gunung dan helm.

Untuk mencapai sungai yang akan diarungi, seluruh peserta harus melakukan perjuangan cukup berat dan menguji nyali. Jalan yang ditempuh adalah pinggir jurang terjal, di bawahnya mengalir sungai yang akan diarungi.

Peserta yang keletihan setengah perjalanan, terpaksa maju terus. Pasalnya, untuk kembali lagi, justru perlu upaya lebih berat. Bisa-bisa kehabisan nafas!

Akhirnya, seluruh wartawan, pria dan wanita yang sudah berpakai lengkap, begitu duduk di tengah ban (dilengkapi dengan dudukan) dihajutkan. Satu ban untuk satu orang. Karena belum punya pengalaman, banyak peserta jatuh. Akibatnya lutut benjol dan lecet kena batu. Bahkan ada yang mengalami siku lecet karena menghantam tebing.

Permainan ini cukup menguras stamina. Ban dan penumpang berputar saat ban dibawa arus sungai. Peserta harus waspada melihat batu, tebing karang, air terjun, pohon-pohon yang dibawa air untuk mencegah agar tidak lecet atau jatuh! Kendati capek, kondisi pendesaan yang alami memberi hiburan bagi peserta yang umum sering stress dengan kemacetan Jakarta.

Uji Mobil dan Mengemudi Hari kedua, 14 Oktober, tak hanya nyali wartawan yang diuji, juga performa Toyota New Rush. Pertama, saat menuju danau Batur, melalui jalanan hutan kerikil aspal melalui desa Matul, tempat berdomilisi leluhur Bali, yaitu orang Trunyan. Ketrampilan pengemudi diuji mengendalikan dan memperhitungkan kemampuan mobil menuruni turunan tajam setelah itu langsung menanjak dengan kemiringan yang cukup berat. Pengetahuan pengemudi pun diperlukan sesuai dengan transmisi yang digunakan, manual atau otomatik.

Panitia memberi petunjuk untuk melewati rute ini. “Turun pelan-pelan, setelah sampai di bawah langsung tancap gas,” jelas Agustrianto sebagai pemandu jalan. Medan ini menjadi tantangan cukup berat bagi pengemudi yang belum terbiasa. Sebelum turun, pengemudi diberitahu, transmisi harus berada pada posisi “L” untuk matik dan “1” buat manual. Ternyata New Rush dan pengemudinya  sukses melewati rintangan yang satu ini.

Flying Fish Setelah makan siang di Denpasar, panitia menyisakan satu lagi wisata nyali. Kali ini berlangsung di Pulau Penyu dan harus menyebrang dari pelabuhan Benoa. Di sana, rombongan wartawan mencoba kejutan Banana Boat (tiba-tiba boat terbalik). Tak kalah menarik adalah mencoba “Flying Fish” dan Jetski. 

Flying Fish adalah perahu yang karet yang bisa terbang saat ditarik oleh powerboat. Saat melayang di permukaan laut memberikan  sensasi khusus.

“Semua permainan selama dua hari tersebut sesuai dengan taktivitas   konsumen yang dibidik Rush. Mereka adalah keluarga muda yang suka  tantangan. Anda sendiri merasakan sensasinya ‘kan!” komentar Joko Trisyanoto, Direktur TAM yang menemani wartawan selama tiga hari di acara tersebut.


Editor : Zulkifli BJ