Selasa, 23 Desember 2014

Otomotif


Banjir Kanal Timur

Tiga Lokasi KBT Masih Perlu Dikeruk

Penulis: Laksono Hari Wiwoho | Kamis, 07 Oktober 2010 | 11:05 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : AGUS SUSANTO

Alat berat mengeruk tanah dalam proyek Banjir Kanal Timur (BKT) di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (22/1/2010). Pengerjaan proyek yang telah tembus ke laut, diharapkan mampu mengamankan 150 kilometer persegi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara dari luapan banjir. KOMPAS/AGUS SUSANTO

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pekerjaan Umum akan menyelesaikan pekerjaan pengerukan Kanal Banjir Timur (KBT) dengan melakukan pengerukan saluran di tiga lokasi. Proyek ini diharapkan bisa selesai pada tahun depan.

Parno selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) mengatakan, meskipun sudah tembus ke laut dan difungsikan sejak 31 Desember 2009, proyek pengerukan saluran Kanal Banjir Timur masih belum selesai. Ada tiga lokasi yang masih belum diperlebar, padahal Kanal Banjir Timur ini semestinya memiliki trase selebar 75-100 meter.

"Di Malakasari, masih ada yang lebarnya 25 meter sebelah hulu dan sebelah hilir sepanjang 700 meter. Kemudian di Rawa Bebek lebarnya 20 meter sepanjang 500 meter. Sementara di Ujung Menteng lebarnya 20 meter dengan panjang 300 meter," kata Parno dalam jumpa pers di Jakarta Timur, Kamis (7/9/2010).

Parno menambahkan, pengerukan saluran di tiga lokasi tersebut akan dituntaskan tahun depan. Pekerjaan ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 500 miliar yang akan diambilkan dari APBN 2011. Total biaya pembuatan Kanal Banjir Timur ini kira-kira Rp 2,2 triliun.

KBT sepanjang 23,57 kilometer ini memotong lima sungai di wilayah Jakarta. Sejak difungsikan, KBT mampu mengatasi banjir di 16 lokasi di Jakarta Timur, antara lain di Kecamatan Kelapa Gading dan Pulogadung.


Editor : A. Wisnubrata