Ambisi Thailand sebagai Basis Produksi Mobil Kecil Global

Sumber : - | Author : Ford Thailand
Ford juga mengandalkan Thailand sebagai basis produksi Fiesta untuk ASEAN
TERKAIT
BANGKOK, KOMPAS.com — Pemerintah Thailand akan mengubah struktur pajak mobil di negaranya agar bisa dijadikan sebagai basis produk mobil produksi global mobil kecil. Sebelumnya, Thailand sudah dijadikan sebagai basis produk global berbagai produsen mobil dunia, yaitu pick-up atau bak terbuka 1-ton.
Untuk itu, Pemerintah Thailand memajaki mobil mewah sampai 50 persen, sedangkan mobil bak terbuka 1-ton hanya 3 persen. Kini juga ditawarkan pajak 17 persen kepada produsen yang mengikuti petunjuk pemerintah dalam program eco-car.
Insentif teknologi Selanjutnya untuk mobil ramah lingkungan dan menggunakan teknologi terkini, seperti hibrida-listrik (kemungkinan inilah yang menyebabkan Toyota memilih Thailand sebagai basis produksi baru Prius dan Camry Hibrida) dan listrik murni, sel bahan bakar (fuel cell), hanya dikenakan pajak 10 persen. Insentif juga ditawarkan untuk mobil yang menggunakan biofuel E85.
Untuk eco-car, syarat dari Pemerintah Thailand, konsumsi bahan bakar harus di bawah 20 km per liter dan memenuhi standar emisi EURO-4. Insentif pajak lain, produksi eco-car kecil harus 100.000 unit per tahun atau investasinya mencapai 160 juta dollar AS.
Areepong Bhoocha-oom, Direktur Departemen Keuangan dan Cukai Thailand, mengatakan, pemerintahnya perlu melakukan restrukturisasi pajak baru di industri otomotif.
"Perubahan luar biasa terjadi pada industri otomotif global dalam lima tahun terakhir, khususnya teknologi. Kita perlu merumuskan struktur pajak yang tepat untuk mengakomodasi semua perubahan," tegasnya.
Juga diinformasikan bahwa Menteri Keuangan, Energi, Lingkungan, dan Hukum serta Federation of Thai Industries and Thai Chamber of Commerce juga ikut meninjau sistem perpajakan otomotif di negara itu agar negaranya menjadi basis produksi mobil kecil global.
Karena itu, jangan heran, meski penjualan mobil di Thailand dari Januari-Juli 2010 hampir sama dengan Indonesia, tetapi total produksi berbeda sangat mencolok. Penjualan mobil di negara tersebut dari Januari-Juli sebanyak 422.364 unit (tidak dijelaskan ritel atau whole sales) atau mengalami kenaikan 53,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Sementara Indonesia, pada periode yang sama, untuk ritel sebanyak 422.749 unit dan whole sale 442.338 unit.
Untuk produksi pada semester pertama (berdasarkan data ASEAN Automotive Federation), Thailand sudah mencapai 768.994 unit, sedangkan Indonesia pada periode yang sama sebanyak 203.943 unit. Yah, jadi negara importir!

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





