Indonesia Bakal Jadi Basis Produksi Tucson

Sumber : - | Author : KOMPAS.COM/SBT
Yongkie D Sugiarto (kanan) saat meluncurkan Tucson didampingi Budi Darmadi, Dirjen Alat Transportasi dan Telematika Kemenperin (kedua dari kanan)
TERKAIT
JAKARTA, KOMPAS.com — Guna memperkuat segmen sport utility vehicle, PT Hyundai Mobil Indonesia atau HMI mulai merakit Tucson secara lokal alias completely knocked down atau CKD. Perakitan dilakukan di pabrik Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 300-400 unit per bulan.
Jongkie D Sugiarto mengatakan, untuk tahap awal, pihak prinsipal baru menunjuk HMI secara khusus melakukan perakitan untuk pasar domestik Indonesia. Saat ini, HMI tengah mengupayakan Indonesia sebagai basis produksi Tucson untuk kawasan ASEAN.
"Ini yang tengah kami upayakan. Mudah-mudahan setelah H-1, Tucson juga bisa menjadi basis produksi untuk ASEAN," ujar Jongkie di IIMS, Kemayoran, Jakarta Pusat, semalam.
Untuk merakit Tucson di Indonesia, Jongkie mengatakan, beberapa peralatan baru dibenamkan di pabrik Pondok Ungu. Untuk merealisasikan ini, dibutuhkan dana investasi 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 17,8 miliar. Kemampuan produksinya 400-500 unit per bulan.
Tucson terbaru ini menjadi produk terlaris Hyundai selama sembilan hari IIMS. Total penjualan Tucson yang berhasil dikumpulkan mencapai 182 unit. Di posisi kedua ada Avega dengan 96 unit, H-1 (84 unit), i10 (58), dan i20 (46 unit).
"Memang penjualannya luar biasa. Saat ini fokus kami bagaimana mengamankan pasokan dari Korea Selatan agar tetap aman. Masalahnya, order unit dari semua negara sangat besar sehingga negara-negara ASEAN itu harus dijatah," beber Jongkie.
Di Indonesia, Tucson baru ditawarkan dalam satu varian bensin dan dibanderol Rp 285 juta per unit on the road Jakarta.

PRODUK BARU
GALERI
MODIFIKASI





