Kamis, 17 April 2014

Otomotif


Jangan Salah Pilih Bahan Peredam Knalpot Motor

Penulis: | Rabu, 23 Juni 2010 | 15:27 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/ADIB

    Untuk knalpot sepedamotor 4-tak, busa peredam cepat habis. Cirinya, suara berubah

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/ADIB

    Ragam serat peredam (kiri) dan steelwool (kanan)

  • Sumber : - | Author : MOTOR PLUS/ADIB

    Bahan serat karbon kevlar punya banyak kelebihan, termasuk harganya

KOMPAS.com — Mungkin knalpot sepeda motor Anda (terutama 4 tak) mengeluarkan suara sumbang atau lebih keras sehingga tidak enak didengar. Itu pertanda busa peredamnya mulai tipis dan ini berlaku buat kanlpot racing harian.

"Knalpot racing harian di pasaran biasanya sudah dilengkapi peredam di dalam silencer-nya. Sama seperti motor harian, cuma kepadatan serat peredam dan jenis material enggak tahu pasti. Makanya, ada knalpot racing bersuara merdu, ngebas, dan juga cempreng," urai Harry Noprian, mekanik Harry Motor HMTC di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Busa peredam biasa disebut glasswool. Busa ini memang untuk meredam suara. Tingkat kebisingannya tergantung ketebalan, kerapatan, dan daya tahan. Menurut Harry, serat peredam itu ada yang berwarna kuning dan putih dengan banderol Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per pak.

Hanya, pemasangannya perlu kehati-hatian. Pasalnya, pecahan serbuk dari serat bikin tak nyaman, terutama bila tersenuh tangan, atau badan langsung gatal-gatal. Selain itu, kita bisa sesak secara tidak sengaja jika serbuk terisap paru-paru.

Selain itu, ada juga yang terbuat dari bahan serat kaca. Namun menurut Kunto Hayadi, mekanik HKR Custom, bahan jenis itu juga tidak nyaman. Hanya, lebih tahan lama dan lebih mahal dari glasswool. Bahan ini juga lebih tahan panas, meski serbuknya gampang terbuang bila mesin sering digeber.

Pilihan lain, ada steelwool atau serat besi yang modelnya bergumpal-gumpal. Sekilas bentuknya mirip alat pencuci piring dari bahan serat stainless steel. Memang, harganya yang Rp 35.000 terbilang mahal jika dibandingkan dengan glasswool.

Kelebihan dari bahan serat besi ini menurut Kunto ada pada bahannya yang tidak mudah habis terbakar atau terbuang ke luar. Usia pakainya tiga kali lipat dari glasswool. Kelemahannya, karena terlalu lama di dalam silencer, bagian ini kemungkinan akan muncul karat.

Kalau tak mau repot, Kunto menyarankan pakai peredam dari bahan serat karbon kevlar yang sudah dianyam rapi dan rapat. Bahan ini tidak mudah terbakar dan celahnya rapat serta mampu menahan panas. Cuma, harganya lebih mahal.

Silakan pilih sesuai dengan kekuatan kantong. (KR15)


Editor : Bastian